Khwaja Ahmad Yasafi, Sufi yang Berpengaruh Besar di Asia Tengah

Khwaja Ahmad Yasafi dikenal sebagai salah satu sufi dan sastrawan masyhur di Asia Tengah. Makamnya menjadi simbol arsitektur peninggalan Dinastid Timurid yang masih bisa disaksikan pesonanya hingga kini.

Harus dibaca juga..

Pengaruhnya terhadap penyebaran kebudayaan Turki dirasa sangat penting. Ahmad Yasafi dianggap sebagai guru tasawuf paling awal yang mempengaruhi perkembangan tarekat sufi di kawasan Turki sekitarnya. Syair-syair Yasawi menciptakan aliran syair keagamaan tradisional dalam kesusastraan Asia Tengah dan mempengaruhi penyair-penyair sesudahnya.

Ilmuwan Turki, Hasan Basri Çantay  mengatakan bahwa mempunyai pengaruh yang luar biasa bersama dengan Mualana Jalaluddin Rumi dalam perkembangan sufisme di Asia tengah. “Adalah seorang Raja Seljuk yang membawa Rumi, penyair besar Sufi, ke Konya. Pada masa Seljuk pula Ahmad Yesevi, penyair Sufi besar lainnya, hidup dan mengajar. Pengaruh dari kedua guru luar biasa tersebut tetap terasa hingga masa kini,”kata Basri.

Pada masa lalu sufi yang lahir tahun 1093 dikota Sayram wilayah Kazakhtan ini sangat dihormati oleh Dinasti Timurid. Masa kecilnya dihabiskan untuk memperdalam ilmu agama dengan ayahnya yang bernama Ibrahim.Pada usia 7 tahun ayahnya wafat dan kemudian diasuh oleh seorang Arslan Baba yang juga seorang sufi.  

Dibawah asuhannya, Yasawi menunjukkan kecerdasan yang membuat ia mulai terkenal. Yasafi kemudian pindah ke Bukhoro. Di kota keilmuwan Asia Tengah ini, Yasafi kemudian bertemud dengan tokoh tasawuf bernama syikh Yusuf Hamadani. Ditangan gurunya itu, Yasafi kemudian menjadi sosok yang yang tidak asing lagi dalam dunia sufisme. Ahmad Yasawi lalu menjadi mursyid dari tarekat Naqsybandiyah dari jalur syikh Yusuf Hamadani.

Salah satu peninggalannya adalah ekolah teologi di Turkestan. Lembaga pendidikan ini menjadi daya tarik bagi mereka yang haus akan pengetahuan. Pada usia 63 tahun, Yasafi memutuskan untuk meninggalkan urusan duniawi dan melakukan uzlah hingga wafatnya.Makamnya yang eksotik denga arsitektur megah dibangun atas perintah Timur Lenk sebagai penghormatan atas warisan intelektualnya.  

Timur Lenk membangunnya pada tahun 1389 namun dihentikan ketika wafat tahun 1405. Pembangunannya ditasbihkan sebagai awal dari gaya arsitektur arsitektur Timurid yang khas dengan kubahnya, hiasan yang menggunakan marmer dan lain sebagainya. Salah satu karyanya yang berjudul Divan-I-Hikmat,  masih masyhur di kalangan rakyat Uzbekistan dan Kazakhstan hingga kini.(Nurul Huda/ dari berbagai sumber)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.