Siapa yang Layak Bertasawuf dan Siapa yang Tidak Layak

Segala sesuatu ada ahlinya, ada arahnya, ada tempat dan ada hakikatnya.Keahlian bertasawuf bagi orang yang mempunyai arah yang benar atau ‘arif yang mewujudkan kebenaran hakikat, atau yang mencintai dengan benar, atau pencari yang sadar, atau yang alim (berpengetahuan agama) yang diikat oleh hakikat, atau sang faqih yang diikat oleh oarah menuju kepada Allah. Bukan pada orang yang memikul kebodohan, atau mengaku-aku, atau hampa dalam pandangan analisa, atau sangat awam dengan kebodohannya, atau pencari yang yang menentang, atau orang yang menolak total untuk taklid pada tokoh-tokoh Sufi besar.

Harus dibaca juga..

Faedah Ilmu Tasawuf
Faedahnya sesuatu adalahyang menjadi tujuan dari sesuatu itu. Sedangkan faedahnya adalah hakikatnya di awal mula dan akhirnya atau di balik keduanya.

Sebagainaya faedah ilmu tasawuf, adalah ilmu yang dimaksudkan untuk menata hati, dan mengarahkan hanya bagi Allah, jauh dari segala hal selainNya.
Sedangkan faedah fiqih misalnya, untuk menata amal, menjaga aturan, mewujudkan hikmah dibalik aturan hukumnya.

Seperti juga ilmu Ushul (Ushuluddin), dalam rangka mewujudkan keutamaan melalui bukti-bukti nyata dan merias iman dengan yaqin.

Ilmu Kedokteran untuk menjaga dan melindungi badan.
Ilmu Nahwu untuk menata bicara dan sebagainya.

Pendukung Ilmu Tasawuf dan Kemuliannya
Mengetahui faedah sesuatu dan simpulnya adalah pendorong untuk meraih cita-citanya, meraih tujuannya, karena hubungan ketergantungan hal-hal yang berguna manakala berselaras. Jika tidak malah sebaliknya yang terjadi.

Benar, bahwa muliaanya sesuatu dengan kemuliaan itu saling berkelindan. Karena itu, tak ada yang lebih utama disbanding yang berkelindan dengan ilmu Tasawuf, karena dasarnya adalah rasa cinta dan takut (khasyyah) kepada Allah swt , karena mengenalNya, dan gerbang bagi pemenuhan perintahNya.
Tujuan utamanya adalah nyatukan qalbu hanya bagi Allah Ta’ala, dank arena itulah Imam Al-Junayd ra mengatakan, “Seandainya aku tahu di bawah kolong langit ada ilmu yang lebih utama disbanding ilmu yang kita bicarakan ini dengan para sahabat kami (Tasawuf), pasti aku berjalan menuju ke sana.” Ini sangat jelas.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.