Qalbu Mukmin dan Keikhlasan

Asy-Syadzili

Harus dibaca juga..

Rasulullah saw, bersabda: “Cahaya dari Cahaya Allah yang dititipkan pada hambaNya yang beriman, dengan Cahaya itu hati terputus dari selain Allah. Itulah Ikhlas, suatu amal yang tidak bisa dicatat oleh para MalaikatNya, juga tidak bisa dirusak oleh syetan, juga tidak bisa di alihkan oleh hawa nafsu”.

Hal demikian bercabang menjadi empat cita kehendak:

 

  • Kehendak ikhlas dalam beramal karena mengagungkan Allah Swt, semata.
  • Kehendak ikhlas demi mengagungkan perintah Allah Swt.
  • Kehendak ikhlas untuk meraih pahala dan balasan.
  • Kehendak ikhlas untuk membersihkan amal dari penghalang-penghalangnya, yang tidak bisa terjaga kecuali dengan ikhlas tadi.

 

Semua hasrat cita ikhlas itu kita lakukan dalam bakti kita semua. Siapa pun yang bisa meraih salah satu derajat di atas, disebut sebagai orang yang ikhlas (Mukhlish) yang mendapat derajat tertentu dari Allah Swt. Dan Allah Swt Maha Tahu apa yang mereka amalkan. Maka dengan petunjuk inilah, Allah Swt berfirman melalui hadits Qudsy yang disampaikan melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah Saw: “Ikhlas adalah rahasia dari RahasiaKu yang aku titipkan pada hati hambaKu yang Aku Cintai.”

Nabi Saw juga bersabda: “Riya’ adalah wujud amal yang dilakukan untuk selain Allah, sekiranya memang Allah Ta’ala tidak mengizinkan hal itu.”

Perspektif dalam Keikhlasan
Aku seakan sedang Thawaf di Ka’bah, sedang mencari rasa ikhlas dalam diriku, aku menelusuri Ikhlas itu dalam batinku. Tiba-tiba ada suara, “Sudah berapa banyak engkau mendekat bersama mereka yang mendekat, sedang Aku adalah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui, Yang Maha Dekat lagi Maha Melihat. PengenalanKu membuat dirimu cukup dibanding ilmunya kaum terdahulu dan golongan akhir sekaligus, selain ilmunya Rasulullah dan ilmunya para Nabi.”

Ikhlas itu terbagi menjadi empat:

 

  1. Ikhlasnya orang yang mukhlis bersama Allah Swt.
  2. Ikhlasnya orang yang mukhlis hanya bagi Allah Swt.
  3. Ikhlasnya Shodiqin
  4. Ikhlasnya Shiddiqin.

Ikhlasnya Shodiqin, adalah motivasi amaliyah demi balasan dan pahala.
Ikhlasnya Shiddiqin adalah hanya Allah semata yang dituju, tiada yang lain.

 

Siapa pun yang ditanamkan dalam hatinya ikhlasnya Shiddiqin ini adalah golongan yang dikecualikan oleh ucapan musuh Allah Swt: “Niscaya akan aku goda mereka semuanya. Kecuali hamba-hambaMu dari mereka yang mukhlash.” (Shaad: 82-83)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.