Mimpi Kaum Sufi

Tiba-tiba aku terbangun, dan kukatakan kepada Abu Sa’id ash Shaffar. Ia menjawab, ‘Setiap hari Jum’at aku ziarah ke kubumya. Pada Jum’at ini, sungguh (menyesal) aku tidak menziarahinya’.”
Salah seorang Sufi meriwayatkan, “Aku bermimpi bertemu Rasulullah saw. sementara di sisinya ada jamaah para fuqara yang mengelilinginya. Pada saat itu, tiba-tiba dua malaikat turun dari langit, salah satu tangan dua malaikat itu memegang bejana tempat air, dan tangan yang lain memegang kendi. Bejana itu diletakkan di depan Rasulullah saw. Lantas Rasul pun mencuci tangannya. Kemudian diputar kepada mereka, sehingga mereka pun mencuci tangan mereka. Lalu bejana itu sampai di hadapanku. Salah satu malaikat itu berkata kepada yang satunya, ‘Hai, jangan kamu tuangkan air itu pada tangannya, sebab orang ini bukan kelompok mereka!’ Lalu aku bertanya kepada Rasulullah saw, Wahai Rasulullah, bukankah telah diriwayatkan dan engkau, bahwa engkau bersabda, ‘Seseorang beserta orang yang dicintainya?’ Rasul saw. menjawab, ‘Benar.’ Aku berkata, ‘Dan mencintai Anda dan mencintai para fakir itu.’ Lalu Rasul saw. bersabda, “Tuangkanlah air itu pada tangannya, sebab ia termasuk kalangan mereka’.”

Harus dibaca juga..

Diriwayatkan dari Umar al-Hammal, yang berkata, “Maaf maaf” Ia ditanya, “Apa arti doa tersebut?” Ia menjawab, “Pada mulanya, aku seorang pemanol. Suatu hari aku membawa kiriman tepung. Kuletakkan beban itu, untuk istirahat sejenak. Lantas aku mengeluh, ‘Tuhanku, seandainya Engkau beri aku dua buah potong roti sehari tanpa harus susah-payah, rasanya aku sudah cukup dengan dua potong itu.’ Tiba-tiba ada dua orang laki-laki sedang bertengkar. Aku maju untuk mendamaikan. Namun salah seorang yang hendak memukul lawannya dengan suatu benda, mengenai kepalaku. Wajahku berdarah. Pemilik rumah datang, lalu mencekal keduanya. Ketika melihatku berlumur darah, aku ikut diseretnya, karena menyangka aku terlibat dalam perkelahian. Akhirnya aku dijebloskan di penjara. Beberapa waktu ketika aku mendekam di penjara, setiap hari aku dikirim dua potong roti. Suatu malam aku bermimpi, ada suara orang berkata kepadaku, ‘Bukankah kamu telah meminta dua potong roti setiap hari tanpa harus bersusah-payah. Sementara kamu tidak pernah minta maaf.’ Lalu aku bangun, dan kuucapkan, ‘Maaf, maaf’ Tiba-tiba pintu penjara diketuk, ‘Mana yang namanya Umar si pemanol?’ Lantas mereka memberikan jalan keluar bagiku.”
Riwayat dari Muhammad al-Kattany, “Di antara murid kami ada yang terkena penyakit di kedua matanya. Lalu ditanya, ‘Apakah tidak sebaiknya Anda berobat?’ Ia menjawab, aku berkeinginan untuk tidak mengobati sampai sehat dengan sendirinya.’ Lalu aku bermimpi, seakan-akan ada suara mengatakan, ‘Seandainya keinginan seperti itu ada pada semua penghuni neraka, Kami akan mengeluarkan mereka dari neraka’.”

Riwayat dan al-Junayd yang mengatakan, “Aku bermimpi seakan-akan berbicara kepada banyak orang. Lantas malaikat menghentikanku, lalu bertanya, ‘Apa yang paling bisa mendekatkan ahli taqarrub kepada Allah swt.?’ Aku menjawab, ‘Amal yang tersembunyi dengan timbangan yang memadai.’ Lalu malaikat itu meninggalkan aku seraya berkata, ‘Kalimat yang tepat, demi Allah’!”

Ada seseorang berkata kepada ‘Ala’ bin Zaid, “Aku bermimpi semalam melihat Anda, seakan-akan Anda adalah ahli surga.” ‘Ala’ menjawab, “Bisa jadi setan mempunyai maksud tertentu. Lantas aku berlindung dari setan itu. Lalu setan itu menyosokkan padaku lewat seseorang, seperti apa yang diinginkannya.”
Dikatakan, “Atha’ as-Sulamy dimimpikan, dan ditanya, ‘Anda ini tergolong orang terundung duka begitu lama, lalu apa yang telah dilakukan Allah swt. kepada diri Anda?’ Ia menjawab, ‘Demi Allah, ingatlah, kedukaan itu telah diikuti oleh istirahat yang panjang dan kesenangan abadi.’ Ditanyakan kepadanya lagi, ‘Pada derajat mana Anda berada?’ Atha’ menjawab, ‘Bersama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi dan para shiddiqin’.”

Dikatakan, “Al-Auza’y dijumpai dalam mimpi, dan berkata, ‘Aku tidakpernah melihat derajat yang lebih tinggi di sana, dibanding derajat para ulama, kemudian baru derajat orang-orang yang selalu dirundung kesusahan’.”
An-Nabajy berkata, “Ada yang mengatakan dalam mimpiku, ‘Barangsiapa menyerahkan rezekinya kepada Allah swt. akan ditambah kebajikan akhlaknya, dan dirinya dimurahkan dalam nafkah, serta sedikit waswasnya dalam shalat’.”

Zubaidah dimimpikan oleh seseorang, dan ditanya, “Apa yang telah Allah swt. lakukan
kepadamu?” Ia menjawab, “Allah swt. mengampuniku.” Ditanya lagi, “Apakah karena nafkah yang
banyak engkau berikan di jalan-jalan menuju Mekkah al-Mukarramah?” Ia menjawab, Tidak! Soal pahalanya kembali pada pemiliknya. Tetapi Allah mengampuniku karena niatku.”

Sufyan ats-Tsaury muncul dalam mimpi dan ditanya, “Apa yang telah Allah swt. lakukan atas diri Anda?” Sufyan menjawab, ‘Aku tapakkan salah satu telapak kakiku di atas ash-Shirath dan telapak kaki yang lain di surga.”
Ahmad bin Abul Hawary berkisah, “Aku bermimpi melihat gadis yang begitu cantik, dengan riasan cahaya di wajahnya. Aku berkata kepadanya, ‘Betapa bersinarnya wajahmu.’ Gadis itu bertanya, ‘Ingatkah semalam ketika Anda menangis?’ Aku menjawab, ‘Ya.’ Gadis itu berkata, ‘Airmata Anda kubawa dan kuusapkan ke wajahku. Wajahku tiba-tiba jadi sepenti ini’.”

Yazid ar-Raqasy mimpi bertemu Nabi saw, lalu dibacakan suatu ayat. Lantas Nabi saw. bersabda, “Bukankah ini bacaan, lalu mana
tangisan?”
Al-Junayd berkata, “Aku semalam bermimpi seakan-akan ada dua malaikat turun dan langit. Salah satu dan mereka bertanya, ‘Apakah kejujuran itu?’ Lalu kukatakan, ‘Tepat janji.’ Yang lain berkata, ‘Suatu kejujuran, lalu naik membubung’.”

Bisyr al-Hafi dimimpikan, lalu ditanya, “Apa yang telah dilakukan Allah swt. kepada diri Anda?” Ia menjawab, ‘Allah mengampuniku. Dan berfirman kepadaku, ‘Apa Aku tidak malu wahai Bisyr, engkau takut kepada-Ku dengan rasa takut sedemikian rupa’?”
Dikatakan, “Abu Sulaiman
ad-Darany dimimpikan semalam, ditanya, ‘Apa yang telah dilakukan Allah swt. kepada Anda?’ Abu Sulaiman menjawab, ‘Dia mengampuniku, dan tiada sesuatu yang lebih menderitakan diriku
dibanding isyarat-isyarat kaum Sufi’.”
Ali ibnul Muwafiq berkata, “Suatu hari aku sedang memikirkan mengenai pekerjaan keluargaku dan kemiskinan yang menimpa mereka. Lalu aku bermimpi, ada secarik kertas bertuliskan: Bismillaahirrahmaanirrahiim, Wahai Ibnul Muwafiq, apakah engkau takut kemiskinan sedangkan Aku adalah Tuhanmu?’ Saat menjelang akhir malam ada seorang laki-laki memberiku kantong, didalamnya ada limaribu dinar, sembari berkata, Ambillah ini untukmu, wahai orang yang keyakinannya lemah’!”

Al-Junayd berkata, “Aku bermimpi, seakan-akan berada di hadapan Allah swt, kemudian Dia berfirman kepadaku, ‘Wahai Abul Qasim, dari mana engkau mendapatkan kalam yang engkau ucapkan?’ Lalu aku menjawab, Aku tidak bicara kecuali benar.’ Allah swt. berfirman, ‘Engkau benar’!”
Abu Bakr al-Kattany berkisah, “Aku bermimpi bertemu seorang pemuda yang amat tampan. Aku bertanya, ‘Siapakah Anda?’ Ia menjawab, ‘Takwa!’ Aku bertanya lagi, ‘Di mana Anda menetap?’ Ia menjawab, ‘Di hati yang susah.’ Kemudian ia berkelebat pergi menghilang. Aku menoleh, tiba-tiba ada seorang wanita legam yang bengis. Aku bertanya kepadanya, ‘Siapa Anda?’ Ia menjawab, ‘Tawa ria!’ Aku bertanya, ‘Di mana tempat tinggalmu?’ Dijawabnya, ‘Di setiap hati yang girang gembira nan alpa.’” Lalu aku bangun, dan sejak saat itu aku tidak pernah tertawa, kecuali bila sudah tidak tahan lagi.

Abu Abdullah bin Khafif menceritakan, ‘Aku mimpi bertemu.’ Rasulullah saw. yang seakan-akan bersabda kepadaku, ‘Siapa yang mengenal jalan menuju kepada Allah swt, ia akan menempuhnya. Bila orang itu kembali menjauhi, Allah swt. akan menyiksanya dengan siksaan yang belum pernah dirasakan oleh siapa pun di alam ini’.”

Dulaf asy-Syibly dimimpikan, dan ditanya, “Apa yang dilakukan Allah swt. kepada diri Anda?” Ia menjawab, ‘Dia mendebatku, sampai aku tidak berdaya. Ketika Dia melihat ketidak berdayaanku, Dia melimpahkan padaku dengan limpahan Abu Utsman al-Maghriby berkata, “Aku bermimpi seakan-akan ada orang berkata, ‘Hai Abu Ustman, takutlah kamu kepada Allah swt. dalam menempuh kefakiran, walaupun sekadar semut kecil.”

Dikatakan, “Abu Sa’id al-Kharraz mempunyai seorang anak yang telah meninggal dunia mendahuluinya. Lalu ia bermimpi bertemu dengan anaknya. Wahai anakku, berwasiatlah kepadaku!’ ‘Ayah,’ kata anaknya, ‘Janganlah bekerjasama dengan Allah swt. Dengan sikap penakut!’ Abu Sa’id meminta, ‘Anakku, tambahlah wasiatmu.’ Anak itu berkata, ‘Ayah jangan kontra kepada Allah swt. dalam perkara yang menjadi tuntutanmu!’ Abu Sa’id masih meminta, ‘Tambah lagi wahai anakku!’ Lalu anak itu berkata, ‘Jangan engkau pakai jubahmu (sebagai tabir) antara dirimu dengan Allah swt!’ Maka sejak saat itu, selama tiga puluh tahun Abu Sa’id tidak pernah memakai jubah.”

Dikisahkan, “Di antara salah seorang Sufi berdoa, ‘Ya Allah, aku memohon sesuatu yang tidak membuat-Mu bahaya, dan memberi manfaat kepada kami, janganlah Engkau larang bagi kami!’ Tiba-tiba dalam mimpinya seakan-akan ada suara, ‘Demi dirimu, sesuatu yang membahayakan dirimu dan tidak memberi manfaat bagimu, tinggalkan’!”

Diriwayatkan dan Abul Fadhl al-Asfahany yang berkata, ‘Aku mimpi bertemu Rasulullah saw. dan aku berkata, Wahai Rasulullah, mohonkan kepada Allah swt. agar Dia tidak merusak imanku!’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Yang itu adalah sesuatu, dimana Allah swt. benar-benar telah merampungkannya’.”
Diriwayatkan dan Abu Sa’id al-Kharraz, “Aku menyaksikan iblis dalam mimpi. Kuambil tongkatku untuk memukulnya. Lalu dikatakan kepadaku, ‘Iblis tidak lari dari tongkat itu. Yang membuatnya lari bila muncul cahaya yang ada di dalam hati’.”

Salah seorang Sufi berkata, ‘Aku berdoa untuk Rabi’ah al-Adawiyah. Lalu aku bermimpi melihatnya, dan berkata, ‘Hadiah-hadiahmu telah sampai kepada kami dalam lapisan-lapisan cahaya, dan terbungkus oleh sapu tangan dari cahaya’.”
Riwayat dan Sammak bin Harb yang berkata, “Mataku buta, lalu aku bermimpi ada orang berkata, ‘Datanglah ke sungai Euphrat, menyelamlah di sana, dan bukalah kedua matamu!’ Lalu kulakukan perintahnya, dan mataku pun sembuh, aku dapat melihat kembali.”
Dikisahkan, “Bisyr al-Hafi dimimpikan, dan ditanya, ‘Apa yang telah Allah swt. lakukan kepadamu?’ Ia menjawab, Aku melihat Tuhanku — Azza wajalla — berfirman kepadaku, ‘Selamat datang wahai Bisyr. Aku benar-benar telah mewafatkanmu pada hari yang Kupastikan. Dan tidak seorang pun di muka bumi yang lebih Kucintai dibanding dirimu’.” .

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

agen slot onlineAplikasi Capsa Susun onlineDaftar Bandar Ceme Onlineion casinoBaccarat Onlineion casinoBaccarat Onlinedaftar situs judi slot online terpercayaBandar Togelsbobet casinoSabung Ayamhttps://run3-game.net/https://www.foreverlivingproduct.info/https://rodina.tv/Bandar Sakong OnlineAgen Slotndomino99newmacau88ndomino99fifaslot88newmacau88newmacau88Live Casinocapsa susunhttps://daftardadu.online/