Mimpi Kaum Sufi

 

Harus dibaca juga..

Saya mendengar Abu Bakr bin Asykib berkata, ‘Aku bermimpi bertemu Syeikh Abu Sahl ash-Sha’luky dalam kondisi yang
sangat bagus. Kutanyakan
padanya, ‘Apa yang telah dilakukan Allah padamu?’
Beliau menjawab:
Jangan engkau menulis dengan
catatan yang menggembirakanmu
kelak di hari kiamat
engkau melihatnya’.
Dikisahkan, “Al-Junayd mimpi bertemu iblis dalam keadaan telanjang. Junayd bertanya pada iblis, ‘Apa kau tidak malu dengan manusia.’ Iblis menjawab, ‘Mereka? Mereka itu bukanlah manusia. Yang namanya manusia itu adalah mereka yang ada di masjid Syanuziyah, yang menyakiti tubuhku dan membakar hatiku.’ Junayd berkata, ‘Ketika aku bangun, aku bersegera pergi ke masjid. Kulihat jamaah di sana sedang menundukkan kepalanya dalam keadaan tafakur. Ketika melihatku, mereka berkata, ‘Jangan Anda ditipu oleh omongan kotor (Iblis, pent.)’.”

An-Nashr Abadzy dimimpikan di Mekkah al-Mukarramah, setelah beliau wafat. Beliau ditanya, “Apa yang dilakukan Allah padamu?” Beliau menjawab, “Aku disambut dengan sambutan kemuliaan. Kemudian aku dipanggil, ‘Apakah setelah bertemu, lalu berpisah?’ Aku menjawab, ‘Tidak,wahai Dzat Yang Maha Agung.’ Dan diriku tidak dikubur di liang lahat, sampai aku bertemu dengan Al-Ahad’.”

Dzun Nuun al-Mishry dimimpikan, dan ditanya, “Apa yang telah dilakukan Allah padamu?” Dia menjawab, “Aku memohon tiga kebutuhan ketika masih di dunia. Sebagian kebutuhanku itu dipenuhi. Aku berharap sisanya juga diberikan. Sedangkan aku juga memohon kepada-Nya agar diberi bagian satu dari sepuluh yang ada di tangan malaikat Ridhwan, dan dia memberikannya sendiri. Aku memohon agar Dia menjauhkan satu dari sepuluh siksa yang ada di tangan malaikat Malik. Dan aku memohon agar Allah memberiku rezeki agar diberi dzikir melalui lisan keabadian.”

Dulafasy-Syibly dimimpikan setelah wafatnya. Ditanya, “Apa yang telah dilakukan Allah swt. kepadamu?” Dia menjawab, ‘Allah swt. tidak menuntutku dengan berbagai bukti atas berbagai
pengakuan, kecuali satu hal, ketika pada suatu hari aku berkata, ‘Tak ada kerugian yang lebih besar
daripada kerugian (tidak masuk) surga dan masuk neraka.’ Lalu Allah bertanya kepadaku, ‘Kerugian mana yang lebih besar dibanding kerugian untuk (tidak) bertemu dengan-Ku’?”

Saya mendengar Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq berkata, “Ahmad al-Jurairy mimpi bertemu al-Junayd, dan al-Jurairy bertanya, ‘Apa kabar wahai Abul Qasim?’ Dia menjawab, ‘Isyarat-isyarat itu telah sirna, dan ibarat-ibarat itu telah tampak. Tak ada yang memberi manfaat kepada kita kecuali tasbih-tasbih yang kita ucapkan setiap pagi’.”

An-Nabajy berkata, “Suatu hari aku sangat menginginkan sesuatu. Lantas malamnya aku bermimpi, seakan-akan ada yang berucap, ‘Baguskah bagi kemerdekaan murid untuk menghinakan seorang hamba, padahal dia mendapatkan dan Tuannya apa yang dikehendaki’.”

Ahmad ibnul Jalla’ berkata, “Ketika memasuki Madinah, aku telah kehabisan harta. Aku mendatangi kuburan Nabi saw, lantas berkata, Aku adalah tamumu.’ Tiba-tiba aku dilanda kantuk, saat tertidur aku mimpi bertemu Nabi saw, dan beliau memberiku roil Kumakan separo, selanjutnya aku bangun. Ternyata separo roti yang kumakan masih ada.”

Dikatakan, “Utbah al-Ghulam mimpi bertemu bidadari dengan rupa yang sangat cantik. Bidadari itu berkata padanya, ‘Wahai Utbah, aku sangat merindukanmu. Ingatlah, engkau jangan beramal dengan amal-amal yang bisa menghalangi diriku dan dirimu.’ Lalu Utbah menjawab, ‘Dunia kutalak tiga, dan aku tak akan pernah kembali padanya, hingga aku menemuimu’.”

Saya mendengar Manshur al-Maghriby berkisah, “Aku melihat seorang syeikh di negeri Syam, punya masalah besar. Kebiasaan sehari-harinya selalu gemetar ketakutan. Lalu dikatakan padaku, ‘Jika Anda ingin menyenangkan syeikh ini bersama Anda, ucapkanlah salam padanya, dan katakan, ‘Semoga Allah memberimu rezeki bidadari. ’ Dia pasti senang mendapatkan doa seperti itu darimu.’ Lantas aku bertanya sebab-sebab yang menimbulkan gejala seperti yang dialami syeikh itu. Dijawab, ‘Dia itu bermimpi melihat bidadari. Lalu mimpi itu memberikan kesan yang mendalam di hatinya.’ Aku pun lewat dan mengucapkan salam padanya, lalu kuucapkan pula, ‘Semoga Allah memberimu rezeki bidadari.’ Dan tiba-tiba syeikh itu menjadi riang.”

Diceritakan bahwa Abu Ayyub as-Sikhtiyany melihat jenazah pelaku maksiat. Kemudian dia masuk ke sebuah lorong sempit, karena tidak ingin ikut menshalati jenazah itu. Salah satu di antara mereka ada yang bermimpi dan bertanya kepada mayit, “Apa yang telah dilakukan Allah padamu?” Mayit itu menjawab, “Allah telah mengampuni dosaku, dan Allah swt. berfirman kepadaku, ‘Katakanlah kepada Ayyub as-Sikhtiyany: (Katakanlah, ‘Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.’).”

Dikatakan, “Malam setelah wafatnya Malik bin Dinar, seseorang bermimpi, melihat pintu-pintu langit terbuka. Lalu ada suara memanggil, ‘Hai ingatlah! Malik bin Dinar telah menjadi penduduk surga’!”
Salah seorang Sufi berkata, “Pada malam hari setelah wafatnya Dawud ath-Tha’y, aku melihat cahaya dan mafaikat yang sedang naik serta malaikat yang sedang turun. Aku bertanya, ‘Malam apakah ini?’ Para malaikat itu menjawab, ‘ini adalah malam bagi kematian Dawud ath-Tha’y, surga benar-benar menjadi indah atas kedatangan ruhnya’.”

Saya pernah bermimpi melihat guru saya, Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq, dan saya bertanya, “Apa yang telah dilakukan Allah swt. kepada Anda?” Beliau menjawab, “Tiada ampunan sebagai derajat yang besar di sana, yang lebih sedikit derajatnya daripada yang ada di sana. Seseorang diberi ini dan itu.”
Lalu dalam mimpi saya, manusia yang dimaksud oleh syeikh tadi adalah seseorang yang telah melakukan pembunuhan tanpa dasar yang haq.

Ketika Kuraz bin Wabrah meninggal, ia dimimpikan, seakan-akan ahli kubur sedang keluar dan kuburnya dengan pakaian putih serba baru. Lalu ditanyakan, “Apa, semua ini?” Dijawabnya, “Para ahli kubur sedang diberi pakaian serba baru, karena kedatangan Kuraz bin Wabrah.”
Yusuf ibnul Husain dimimpikan setelah wafatnya, “Apa yang telah dilakukan Allah swt. kepada diri Anda?” Ia menjawab, “Dia telah mengampuniku.” Kemudian ditanya lagi, “Karena apa Allah swt. mengampuni Anda?” Yusuf al-Husain menjawab, “Selama aku bergaul, aku tidak pemah bergurau.”

Abdullah az-Zarrad dimimpikan, dan ditanya, “Apa yang telah dilakukan Allah swt. kepada Anda?” Dijawabnya, “Allah telah mendudukkan diriku dan mengampuni setiap dosaku yang telah kulakukan di dunia, kecuali satu dosa. Aku merasa malu untuk mengakuinya. Lalu dosa itu berhenti pada uratku, sehingga daging wajahku berjatuhan.” Ditanyakan kepadanya lagi, “Apa yang terjadi?” Abdullah menjawab, “Suatu hari aku melihat sosok yang sangat bagus, lalu aku malu menyebutkannya.”

Saya mendengar Abu Bakr ar-Rasyidy berkata, ‘Aku bermimpi melihat Muhammad ath-Thausy, dan beliau berkata, ‘Katakan kepada Abu Sa’id ash-Shaffar sang sastrawan:
Kami tak mampu bergeser dari cinta.
Sungguh demi kehidupan cinta.
Kamu sekalian telah bergeser, kami tak pernah.
Kesibukanmu telah melalaikan kami
karena persahabatan dengan yang lain.
Kamu ucapkan kata perpisahan, namun tidak bagi kami.
Siapa tahu, Tuhan Yang mengatur segalanya.
bakal mempertemukan kami setelah kematian nanti.
seperti semula..’

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

agen slot onlineAplikasi Capsa Susun onlineDaftar Bandar Ceme Onlineion casinoBaccarat Onlineion casinoBaccarat Onlinedaftar situs judi slot online terpercayaBandar Togelsbobet casinoSabung Ayamhttps://run3-game.net/https://www.foreverlivingproduct.info/https://rodina.tv/Bandar Sakong OnlineAgen Slotndomino99newmacau88ndomino99fifaslot88newmacau88newmacau88Live Casinocapsa susunhttps://daftardadu.online/