Bimbang Terhadap Amalan

S. Assalamu’alaikum Wr. Wb
Perkenankanlah saya melepas kebimbangan spiritual yang sangat meresahkan hati saya dan saya sangat berharap bimbingan bapak dapat membantu saya dalam menghadapi kondisi spiritual saya saat ini.
Saya adalah seorang yang sangat tertarik dengan masalah spiritual. Awalnya saya menjalankan dzikir-dzikir bisa tanpa bimbingan seorang guru, tapi dengan dzikir tersebut bisa menenangkan jiwa dan mengenakan hati saya. Berbagai amalan saya jalankan tanpa seorang guru. Misalkan saya membaca buku dan ada amalan yang menurut saya saat itu bagus, maka saya jalankan amalan itu. Dan begitu seterusnya kalau saya mendapatkan ada amalan yang menurut saya baik untuk di amalkan.

Harus dibaca juga..

Kemudian ketika saya duduk di SMA mulailah saya berkenalan dengan amalan hikmah. Kata guru saya, walaupun awalnya amalan ini untuk kedigdayaan tapi kalau di amalkan terus bisa juga mencapai wushul kepada Allah (ma’rifat – billah), lagi pula katanya amalan tersebut berasal dari khodam malaikat bukan dari khodam jin. Maka, hal itu semakin menjadikan saya semangat menjalankan amalan tersebut.

Kemudian saat saya duduk dibangku kuliah dan karena ketertarikan saya dengan dunia spiritual, saya mulai mencari-cari lagi sesuatu yang bisa melepas dahaga spiritual saya. Akhirnya saya berkenalan dengan thoriqoh. Saat itulah saya berbai’at dengan thoriqoh Qodiriah wan Naqsyabandiyah dan amalan hikmah pun saya tinggalkan.

Seiring berjalannya waktu suatu saat saya merasa ada keinginan kuat dalam hati untuk menjalankan amalan hikmah lagi, akhirnya saya jalankan. Kemudian amalan thoriqoh saya hentikan. Apalagi saat itu saya merasa kedua amalan tersebut memiliki karakteristik rasa yang berbeda. Kalau amalan thoriqoh yang saya rasakan akan terasa panas sekali kalau di amalkan dan letak amalan ada di hati. Tapi untuk amalan hikmah yang saya jalankan akan terasa dingin dan letaknya di dalam tubuh saya di otak saya.

Pada mulanya saya tidak menghiraukan itu semua, hingga suatu saat saya ada keinginan kuat untuk menjalankan amalan thoriqoh lagi. maka saya jalankan amalan thoriqoh dan amalan hikmah saya hentikan. Begitulah seterusnya saya menjalankan kedua amalan tersebut secara bergantian tergantung kondisi mana kecenderungan hati untuk menjalankan salah satu dari kedua amalan tersebut. Saat ini saya merasa bimbang dan ada keinginan dalam hati hanya fokus terhadap satu amalan saja. Tapi dari satu sisi juga ada keinginan kuat untuk menjalankan amalan yang lain dan begitu seterusnya.

Dalam kondisi seperti itu saya sangat resah dan bimbang. butuh sekali bimbingan bapak untuk mengatasi kondisi spiritual saya yang seperti itu, apakah saya harus pindah thoriqoh yang karekteristik rasanya dingin atau saya mengamalkan amalan hikmah saja. Terus terang kalau saya menjalankan amalan thoriqoh qodiriah hati saya ikut panas dan sangat mempengaruhi emosi saya. Sekali lagi mohon bimbingannya dan terima kasih sebelumnya untuk bimbingan dari bapak Lukman.

Wasalamu’alaikum Wr. Wb
Niada m- japraxxx@gmail.com

J. Sudah benar, anda meninggalkan ilmu hikmah ketika memasuki dunia thoriqoh. Namun, karena khadam yang ada di tubuh anda belum bersih, anda merasakan kontradiksi yang panas ketika mengamalkan thoriqoh.

Anda harus nawaitu menuju Allah swt dengan kebulatan tekad. Bukan berhati ganda, yang akan terus menimbulkan keresahan bahkan keretakan dalam jiwa anda. Keinginan anda untuk meninggalkan amalan thoriqoh dan kembali ke ilmu hikmah adalah hasrat nafsu anda. Apakah tujuan dzikir itu mencari rasa tenang? Kalau itu yang anda cari, anda telah terjebak dalam tipudaya nafsu anda sendiri. Sehingga ketika anda tidak tenang dan resah, anda malah tidak berdzikir, lalu mencurigai dzikir itu sendiri. Padahal yang harus dicurigai adalah niat dan motivasi anda berdzikir.

Nawaitu anda harus ikhlas, Lillahi Ta’ala, dan anda harus tertuju pada “Iya”nya Allah Ta’ala pada anda, bukan “Iya”nya dirimu terhadap dirimu. Apalagi “Iya”nya orang lain.
Tujuan dzikir adalah Al-Madzkur (Allah Swt.), bukan fenomena dibalik dzikir atau pengaruh-pengaruhnya. Selama itu fenomena itu yang anda cari, anda tidak akan pernah wushul kepada Allah Swt.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.