Apa Artinya Amal Tanpa Keikhlasan

 

Harus dibaca juga..

Maksiat menyebabkan hancurnya bangunan-bangunan tembok dan fondasi agama. Maksiat telah menghancurkan negeri dan pasra hamba Allah. Anda juga demikian, ketika anda maksiat, maka fisikmu juga roboh, lalu merobohkan agamamu, karena anda mengalami kebutaan jiwamu, roboh dan sirnanya kekuatanmu. Lalu banyak sekali penyakit yang datang, membuat anda miskin, hartamu hancur, lalu anda meminta-minta pada kawan-kawan anda dan musuh anda.
Celaka anda wahai munafiq, jangan engkau khianati Allah azza wa-Jalla, karena anda mengamalkan untuk Allah Azza wa-Jalla, tetapi nyatanya untuk makhluk. Anda pamer pada mereka, bermunafiq pada mereka, mencari muka pada mereka, sedangkan anda lupa pada Tuhanmu Azza wa-Jalla. Dalam waktu dekat engkau keluar dari dunia dalam keadaan bangkrut.

Hai orang sakit! Anda mesti berobat, dan inilah obatnya. Obat itu tidak ada kecuali ada di tangan orang-orang saleh dari para hamba Allah Azza wa-Jalla. Ambillah obat dari mereka dan gunakan dengan benar, maka anda akan sembuh selamanya, bagi penyakit pikiranmu, hatimu, dan rahasia batinmu, bahkan bagi sunyimu bersama Tuhanmu Azza wa-Jalla. Lalu kedua matahatimu terbuka, dan anda memandang Tuhanmu Azza wa-Jalla. Maka jadilah anda tergolong pecinta yang menetap di PintuNya, yang tiada memandang kecuali hanya kepadaNya. Namun bagaimana hati yang diharubiru bid’ah bisa memandang Al-Haqq Azza wa-Jalla?

Wahai kaum sufi, ikutilah perintah Allah swt,  jangan berbuat bid’ah. Berselaraslah denganNya dan jangan kontra. Taatlah padaNya dan ikhlaslah, jangan sampai kalian musyrik pada selainNya. Jalanlah menuju kepadaNya, jangan tinggalkan pintuNya. Mohonlah padaNya jangan mohon selainNya. Mohonlah pertolongan padaNya jangan pada lainNya. Tawakkallah padaNya jangan tawakal pada lainNya. Anda yang terpilih, serahkan jiwamu padaNya, ridholah atas aturanNya, lebih sibuklah untuk berdzikir padaNya disbanding meminta padaNya. Dalam firmanNya di hadits Qudsyi, Allah swt berfirman: “Siapa yang sibuk dengan dzikir kepada Ku, dibanding memohon pada Ku, Aku akan memberikan yang lebih utama dibanding apa yang Aku berikan pada orang yang meminta kepadaKu.” (Hr. At-Tirmidzy).
Siapa yang yang sibuk dengan dzikir kepadaNya dan hatinya remuk redam di hadapanNya, lebih ridho kepada pemberianNya, bahwa Allah mendampingiNya, itulah yang disebut oleh Allah Azza wa-Jalla:
“Akulah pendamping orang yang berdzikir padaKu.” (Hr. Al-Ajluny)
“Akulah berada di sisi orang yang remuk redam hatinya demi Aku.” (Hr. Az-Zubaidy)

Anak-anak sekalian….Dzikirmu padaNya, mendekatkan hatimu kepadaNya, dan engkau memasuki rumah taqarrubNya, anda jadi tamuNya. Tamu itu dihormati, apalagi tamunya sang Raja. Lalu sampai kapan anda  sibuk dengan harta, demi harta, sedangkan dalam waktu dekat harta milikmu berpisah denganmu. Dalam waktu dekat anda masuk di akhirat, dan dunia seperti tak ada, dan yang ada hanya akhirat.
Kalian jangan lari dariku, karena aku tidak butuh kalian, tidak butuh manusia baik dari timur maupun barat.
Apa yang kukehendaki dari kalian, adalah demi kepentingan kalian. Jangan sampai anda berbuat bid’ah dalam agama Allah Azza wa-Jalla sedikit pun. Ikutilah mereka yang berpengetahuan dan mampu mempresentasikan nyata atas Kitab dan Sunnah, karena keduanya yang menghantar diri anda kepada Rabbmu Azza wa-Jalla. Kalau anda berbid’ah, maka buktimu hanyalah akal dan hawa nafsumu. Maka keduanya hanya akan menghantarmu ke neraka, mempertemukan anda pada Fir’aun, Haman dan pasukan-pasukannya.

Janganlah anda berebut bagian dariNya, hingga anda tidak diterima. Anda mesti masuk ke dalam rumah pengetahuan dan pendidikan, lalu mengamalkan ilmunya dengan ikhlas. Kalau anda bersama diri anda saja, tak dapat sesuatu pun, Anda harus menempuh pendidikan dan mengamalkannya tanpa orientasi duniawi. Jangan sampai dunia menjadi sesuatu anda tempuh, karena akan putus. Tempuhlah perjalananmu yang berguna.
Sesorang berdiri dan mengalami ekstase, dan berkata, “Apakah tak ada penghantar pengantin ini, hingga ada tabuhlah rebana?” Lalu ia berkata, “Sungguh cinta pemuda ada sebelum rebana…”.

Wahai anak-anak sekalian.  Anda inginkan dan anda sampai pada ridho Tuhanmu Azza wa-Jalla. Sebab jika Dia Ridho padamu, Dia mencintaimu, dan anda tak peduli dengan susahnya rizki dalam hatimu, karena Allah azza wa-Jalla mendatangkan rizki padamu tanpa anda harus pusing, sibuk dan payah. Jadikanlah satu- satunya hasrat hatimu adalah Allah Azza wa-Jalla. Jika anda berbuat demikian, makaAllah menyelsaikan seluruh kesusahanmu. Kesusahanmu adalah apa yang anda hasrati. Jika hasratmu adalah akhirat, anda akan menyertainya. Jika hasratmu makhluk anda pun menyertai mereka. Jika hasratmu Allah Azza wa-Jalla, anda bersamaNya dunia dan akhirat.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.