Subscribe Ya…Kok Berpahala?

Subscribe Ya.. Kok Berpahala?

Harus dibaca juga..

Seorang nitizen ingin dapat pahala dengan medsosnya. Agar bermedsos tidak sia-sia, sekaligus belajar, dapat ilmu dan amal serta pahala.

Lalu ia datang ke Kyai.

“Kyai, apakah mendengarkan suara Murottal Al-Qur’an dapat pahala?”

“Dapat, niatmu baik….”

“Kalau Qori’nya juga dapat pahala Kyai?”

“Dapat…Jika ia ikhlas”

Nitizen ini mulai mikir-mikir. Enaknya saya mau bikin Murattal pakai speaker biar orang sekampung mendengar semua dan dapat pahala. Lalu pahalanya kembali ke saya. Beres, aku tinggal tidur saja.

“Saya mau beli speaker Kyai. Habis Subuh sampai tengah malam akan saya stel Murottal…. Saya akan kaya dengan pahala….”

“Hehehe… Niat baik harus dengan cara yang baik. Kalau caramu tidak baik, itu nafsumu. Mana ada pahala?”

“Maksudnya?”

“Kalau kamu bunyikan Murottal malah membuat orang terganggu? Nah, caramu itu malah membuat makian orang. Lama-lama orang memaki murottalmu. Akhirnya jauh dari agama….Dan lari dari kamu..”

Nitizen itu manggut-manggut.

“Kalau kamu mati, orang sekampung nggak ada yang mau Tahlil dan baca Yasin nanti…”

“Wahhh…Kok tega Kyai…Kenapa?”

“Mereka cukup bunyikan HP suara Murottal, Surat Yasin dan bacaan Tahlil semalam suntuk. Nah yang dapat pahala bukan kamu. Tapi HP-nya…”

‘Wah berat nih…Kyai. Mggak jadi kalua begitu..”

Nyruput kopi sambal senyum-senyum.

“Kalau saya subsribe channel pengajian, pendidikan, ceramah, dapat pahala nggak Kyai…”|

“Dapat…dengan niatmu yang baik…”

“Alhamdulillah. Saya sudah Subscribe sejumlah channel. Tapi saya belum subscribe Sufinews Official, Kyai…”

“Karena kalau Subscribe Sufinews Official, saya nggak dapat pahala…”

“Kok begitu?”

“Karena Sufinews Official hanya mengajarkan Tasawuf. Sedangkan Tasawuf itu sudah tidak mikirin pahala…Jadi saya nggak Subsribe…”

Kyai tertawa sampai gigi-gigi rahangnya kelihatan

“Kamu cerdas…kamu cerdas…Tapi cerdas cermat…hahaha…”

“Saya nggak ngerti Kyai…”

“Kamu Subscribe saja. Nanti dapat yang lebih hebat dibanding pahala….”

“Wahhh..Apa itu Kyai?”

“Cinta….”

Nitizen itu terdiam lama.  Sunyi….

SUBSCRIBE

Sufinews Official

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.