Prilaku Wara’

Aku bertanya, “Milik siapa tenda ini?” Mereka katakan, “Milik Rasulullah SAW.” Aku pun segera mendatanginya dengan penuh kegembiraan. Di depan pintunya aku jumpai sekelompok ulama dan orang-orang saleh sekitar 70 orang. Aku kenali di antara mereka adalah al-Faqih (pakar fikih) Izzuddin bin Abdissalam, al-Faqih Majduddin; pengajar di Qus, al-Faqih Kamal bin al-Qadhi Shadruddin, al-Faqih al-Muhaddits (ahli hadis) Muhyiddin bin Suraqah, al-Faqih al-HakIm Binu al-Hawafiz dan bersamanya dua orang laki-laki yang tidak aku lihat orang yang Iebih elok dari mereka berdua, Dan, aku tidak mengenal mereka kecuali muncul perkiraan padaku dalam mimpi itu bahwa mereka al-Faqih Zakiyuddin bin Abdul Azhim al-Muhaddits dan Syekh Majduddin al-Idhmimi.

Harus dibaca juga..

Aku ingin melangkah maju kepada Rasulullah Saw, maka aku menekankan diriku dengan kerendahan hati dan kesopanan bersama al-Faqih Izzuddin bin Abdissalam. Dan, aku berkata kepada diriku, “Tidak layak bagimu melangkah maju di antara alim umat pada masa ini.” Lalu, al-Faqih melangkah maju dan seluruh orang mengikutinya, Dan Rasulullah Saw memberi isyarat kepada mereka ke sebelah kiri dan kanan agar mereka duduk.

Aku ikut melangkah maju seraya menangis dalam kegelisahan dan kegembiraan, Gembira, karena kedekatanku dengan Rasulullah Saw dari segi nasab. Sedangkan merasa gelisah, disebabkan persoalan kaum Muslimin dan wilayah perbatasan. Dan, bergerak kerinduan tabiatku kepada beliau Saw. Lantas, beliau mengulurkan tangannya hingga menggenggam tanganku dan berkata kepadaku, “Jangan kamu gelisahkan hingga seperti ini. Kamu mesti menasihati puncak persoalan, yakni Sultan. Karena, jika pemimpin mereka adalah orang yang zalim, maka betapa dia.” (Dan beliau menghimpun jari-jari tangan yang lima dan tangan kirinya seakan-akan beliau menyedikitkan rentang waktu). “Dan jika pemimpin mereka orang yang bertakwa, maka Allah melindungi orang-orang yang bertakwa.” (Dan beliau membentangkan kedua tangannya yang kiri dan kanan).

Adapun kaum Muslimin, maka cukup bagimu (menyerahkan kepada) Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang Mukmin ini, ‘Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.’ (QS. AI-Maidah [5]: 56)

Adapun Sultan, maka kekuatan dibentangkan kepadanya selama dia memimpin penduduk wilayahnya, bernasihat dalam kepemimpinannya, dan bernasihat terhadap kaum Mukminin dan para hamba-Nya. Karena itu, nasihatilah dia. Dan, katakan dengan tegas pada orang yang zalim: musuh Allah. Dan, tuliskan baginya, “Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu, “ (QS. Ar-Rum [301]: 60). Lantas, aku berkata, “Kami menang, demi Tuhan Ka’bah.” Dan, aku pun tersadar.

Beliau r.a. berkata: Sebagian orang fakir meminta izin ke padaku untuk menghadiri pengajian. Maka, aku bermaksud dengan hal itu. Lalu, aku melihat guruku r.a. Tangan kanannya memegang buku, di dalamnya ada Al-Quran Al-Azhim dan hadis Rasulullah Saw. Tangan kirinya memegang kertas berisi Untaian puisi pendek. Dia berkata seperti orang mengejek, “Kalian berpaling dari ilmu-ilmu suci kepada ilmu-ilmu para pengikut hawa nafsu yang rendah. Siapa yang memperbanyak melakukan ini maka dia adalah hamba yang diperbudak oleh hawa nafsu, tawanan syahwat-syahwat dan angannya. Bergelora dengannya hati orang yang lalai dari hura-hura, serta orang-orang yang sesat lagi buta. Tidak ada kehendak bagi mereka dalam mengerjakan kebaikan dan mendapatkan ampunan. Mereka meliuk-liuk bergoyang ketika mendengarnya seperti liukan anak-anak. Dan, jika orang yang zalim tidak berhenti, sungguh Allah akan membalik buminya menjadi langit dan langitnya menjadi bumi”

Kondisi perasaan gembira yang amat luar biasa (ekstasi) menimpaku karenanya dan aku berkata kepadanya, “Benar, guruku. Kecuali bahwa nafsu itu sifatnya bumi sedangkan roh itu sifatnya langit” Dia berkata kepadaku, “Benar, Ali. Apabila roh itu mencurahkan hujan ilmu-ilmu dan diri itu kokoh dengan  amal-amal saleh, maka tercapai kebaikan seluruhnya. Apabila ego yang menang dan roh kalah, maka akan terjadi kekeringan dan kegersangan, perkara terbalik dan kejahatan seluruhnya muncul.

Karena itu, berpeganglah kamu dengan Kitab Allah yang memberi petunjuk dan sunah Rasul-Nya yang menyembuhkan. Kamu akan senantiasa dalam kebaikan selama mengutamakan keduanya. Sungguh telah ditempa kejahatan orang yang berpaling dari keduanya. Dan, penganut kebenaran (al-Haqq) jika mendengarkan kesia-siaan, mereka berpaling darinya. Dan, jika mendengar kebenaran, mereka menghadap kepadanya. Siapa yang melakukan kebaikan, Kami tambahkan kebaikan baginya
Beliau r.a. berkata: Aku melihat guruku dl bawah ‘Arsy. Malta, aku berkata kepadanya, “Tuanku, aku melihatmu tadi malam di bawah ‘Arsy.” Dia menyahut “Tidak kamu lihat kecuall dirimu sendiri, Ali. Siapa yang bersama Allah tanpa di mana dan bagaimana itu terlihat? Akan tetapi, jika kamu mewarisi kedudukanku, kamu melihatku.”

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

agen slot onlineAplikasi Capsa Susun onlineDaftar Bandar Ceme Onlineion casinoBaccarat Onlineion casinoBaccarat Onlinedaftar situs judi slot online terpercayaBandar Togelsbobet casinoSabung Ayamhttps://run3-game.net/https://www.foreverlivingproduct.info/https://rodina.tv/Bandar Sakong OnlineAgen Slotndomino99newmacau88ndomino99fifaslot88newmacau88newmacau88Live Casinocapsa susunhttps://daftardadu.online/