Kisah Buah Delima Kecut dan Pekerja Jujur

Ini kisah tentang pekerja yang jujur bapak dari sufi masyhur Abdullah bin Mubarak

Harus dibaca juga..

Abdullah bin Mubarak adalah seorang sufi yang dikenal alim dan kaya raya. Ayahnya yang bernama Mubarak ternyata sebagai orang yang sangat jujur. Mungkin salah satu hikmah dari kejujuran ayahnya ini menjadikan Abdullah bin Mubarak bisa menjadi orang yang sangat alim dan diberkahi lautah hikmah.

Disebutkan Mubarak pernah bekerja pada seorang saudagar dengan menjaga kebun delimanya di kota Khurasan, Iran. Sebagai pekerja, Mubarak dikenal sangat jujur dan pekerja keras. Suatu hari tuannya datang menengok kebun delima miliknya. Ia kemudian berjalan-jalan sambil ditemani Mubarak. Setelah berkeliling tiba-tiba tuannya itu berkeinginan makan buah delima miliknya. Kemudian ia memerintahkan Mubarak memetik satu buah delima. “ Tolong petikkan aku satu buah delima,” kata tuannya.

Perintah tuannya itu langsung dilaksanakan. Iapun bergegas menuju salah satu pohon delima dan kemudian dipetiknya. Setelah selesai, buah delima itu diberikan kepada tuannya. Betapa gembiranya hati tuannya meneima buah pemberian Mubarak. Kemudian dengan menggunakan pisau delima itu dibelah dan dimakan.” Puaah,” kata tuannya dengan muka cemberut. “ Apa-apaan ini! Buah delima yang engkau berikan ternyata rasanya sangat kecut. Hei Mubarak, aku minta buah delima yang rasanya manis, mengapa kamu berikan yang kecut. Ambilkan yang manis!,” hardiknya.

Melihat tuannya marah besar, Mubarak menjadi bingung. Ia kemudian pergi dan memetik delima dari pohon yang lain dan ternyata hasilnya sama.Kejadian tersebut berlangsung hingga tiga kali.  “Mengapa buahnya kecut lagi, kecut lagi. Wahai Mubarak apakah engkau tidak bisa membedakan antara buah delima yang manis dan yang kecut,” tanya tuannya dengan nada tinggi.

Mendengar pertanyaan itu Mubarak menjawab dengan spontan, “Tidak.”

“Lho mengapa engkau tidak bisa membedakan buah delima yang manis dan yang kecut. Sedangkan engaku sudah bertahun-tahun kerja disini?” tanya tuannya dengan penuh selidik.

Sejenak kemudian Mubarak menjawab, “ Wahai tuanku, sungguh  saya belum pernah makan delima apalagi delima yang ada di kebun tuan ini. Jadi saya tidak tahu rasa delima itu.”

“ Mengapa engkau tidak mencicipinya. Padahal disini banyak delima yang manis dan enak rasanya?” tanya tuannya dengan keheranan.

Mubarakpun berkata, “Begini tuan. Saya tidak berani mencicipi delima karena belum minta izin tuan lagi pula tuan tidak ada,” jawab Mubarak.

Jawaban tersebut membuat tuannya tercenung. Ia kemudian nampak terdiam sejenak dan merenungkan kata-kata Mubarak. Sesaat kemudian tuannya menjadi sadar dan kagum atas kejujuran pembantunya itu. Mubarak pun mendapat tempat khusus di hati tuannya bahkan dinikahkan dengan salah satu putrinya. Dari pernikahan itu lahirlah anak laki laki Abdullah yang kemudian masyhur sebagai ulam dan sufi bernama Abdullah bin Mubarak.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.