Khauf

Khauf merupakan cambuk yang menggiring seorang hamba pada kebahagiaan. Tidak seharusnya takut itu diabaikan, hanya karena putus asa. Tindakan itu merupakan perilaku yang tercela. Bahkan ketika khauf menguasainya, harus dicampur dengan rasa harap (ar-raja’).

Harus dibaca juga..

Benar, rasa takut itu harus dikuasai rasa harap, selama seorang hamba masih dekat dengan dosa-dosa.
Sementara orang yang patuh, semata menyendiri bersama Allah, rasa takut dan rasa harapnya harus seimbang. Sebagaimana Umar ra pernah berkata, ”Andaikata seluruh manusia dipanggil untuk masuk surga, kecuali satu orang; maka aku khawatir orang itu adalah aku. Dan andaikata seluruh manusia dipanggil untuk masuk ke dalam api neraka, kecuali satu orang, maka aku berharap orang itu adalah aku.”
Namun apabila mendekati maut, ar-raja’ dan baik sangka (husnudzan) terhadap Allah lebih utama baginya.
Rasulullah saw. bersabda:
“Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian mati, kecuali dalam keadaan berbaik sangka terhadap Tuhannya.”

Rasa harap berbeda dengan angan-angan. Orang yang tidak bercocok tanam dan tidak menaburkan benih, kemudian ia menunggu tumbuhnya tanaman, maka dia itu orang yang berangan-angan, yang tertipu dan bukan orang yang berharap. Orang yang berharap adalah orang yang bercocok tanam, mengairinya dan menaburkan benih, serta melakukan segala sesuatu yang merupakan faktor yang berkaitan dengan ikhtiarnya. Kemudian ia tinggal berharap, semoga Allah menjauhkan dan menghindarkan segala bentuk marabahaya, sehingga ia dapat menuai panennya.
Karena itulah Allah Swt. berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.s. Al-Baqarah: 218).

Jadi, buah rasa harap adalah kegairahan meminta dan memohon, sedangkan buah dan rasa takut adalah semangat untuk lari menjauh dari dosa. Orang yang mengharapkan sesuatu, ia berupaya dan memohonnya. Orang yang takut pada sesuatu, ia lari menjauh darinya. Tingkatan khauf yang terendah adalah segala sikap meninggalkan dosa dan berpaling dari dunia. Segala hal yang tidak mendorong terhadap sikap yang demikian itu, merupakan ucapan nafsu dan bisikan-bisikan yang tidak bermanfaat yang serupa dengan belas kasih seorang wanita, yang tidak membuahkan apa pun. Bahkan khauf yang sempurna dapat membuahkan perilaku zuhud di dunia.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

agen slot onlineAplikasi Capsa Susun onlineDaftar Bandar Ceme Onlineion casinoBaccarat Onlineion casinoBaccarat Onlinedaftar situs judi slot online terpercayaBandar Togelsbobet casinoSabung Ayamhttps://run3-game.net/https://www.foreverlivingproduct.info/https://rodina.tv/Bandar Sakong OnlineAgen Slotndomino99newmacau88ndomino99fifaslot88newmacau88newmacau88Live Casinocapsa susunhttps://daftardadu.online/