Intisari Ajaran Islam

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Segala Puji hanya bagi Allah Swt dan Shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah Saw.   Terus terang beberapa bulan belakangan ini sangat tertarik membaca web Sufinews.com karena menurut saya pembahasannya sangat komplit bahkan mendetail khususnya terkait sufistik. 

Harus dibaca juga..

Saya pernah menjadi santri di sebuah pesantren Bekasi namun sampai dengan saya kuliah saya tidak terlalu tertarik dengan sufi. Karena mungkin kadar keislaman saya masih sampai pada kulitnya saja dan juga saya takut jika hal-hal tersebut dapat menjadikan saya syirik.

Namun setelah saya bekerja dan menikah justru saya sering bertemu dengan orang-orang yang menjalankan thoriqoh dan bahkan menjadi sahabat saya.  Ada satu hal yang agak aneh buat saya adalah ketika saya bertemu dengan orang-orang tersebut saya dikatakan mempunyai leluhur atau keturunan dari Ulama Banten. Padahal orang tua saya keduanya berasal dari Bima NTB.

Setelah saya telusuri lewat orang tua saya memang dahulu kala ada ulama Banten yang menyebarkan Islam di Bima, namun secara pasti garis keturunan sampai kepada saya belum diketahui.

Dari situ saya tergugah dengan obrolan-obrolan tentang pengkajian diri dan lain-lain serta saya banyak bertemu dengan orang-orang thariqoh lainnya di beberapa tempat. Saya mulai meyakini bahwa sesungguhnya tasawuf adalah intisari dari ajaran Islam, bahkan saya menganggap sangat rugi jika saya tidak mempelajari tasawuf karena sesungguhnya hal ini bisa mendekatkan bahkan insya Allah lebih dekat kepada Sang Kholiq.  Uuntuk itu saya mohon diberikan arahan dan motivasi agar saya dapat masuk kedalam inti sari ajaran Islam yaitu Tasawuf. Karena nantinya saya berharap dapat mengajarkan kembali kepada Isteri dan keturunan saya.

Jazakumullah khoiron katsiro  
Wasalamu’alaikum Wr. Wb.
Rachman-ariif_xxxx@xxxx.xxx

Jawab:
Tasawuf memang intisari ajaran Islam, ruhnya Islam, dan aktifasi iman kita dalam amaliyah seharti-hari. Tasawuf memperbaiki, membersihkan jiwa kita, menjernihkan dan menyucikan hati kita. Bahkan menata hati kita, agar hubungan kita dengan Allah Azza wa-Jalla tidak terhalang, dan hubungan kita dengan sesame makhluk benar-benar memncurahkan rahmat.

Untuk mendalami tasawuf harus ada guru yang membimbing anda. Jangan belajar dengan pemahaman anda sendiri, dipraktrek-praktekin sendiri, dicoba atau direkayasa sendfiri, nanti anda tidak tahu dimasuki syetan, yang anda anggap itu dari Allah swt.

Karena wilayah tasawuf itu adalah wilayah batin, snagat lembut dan ghaib. Butuh orang yang bis amenuntun, agar anda bisa dihantar menuju Allah Ta’ala. Banyak orang tersesat mendalami tasawuf, dengan pemikiran kefilsafatannya, lalu ia membangun pandangan sendiri, dan merasa cukup bahwa gurunya adalah Allah itu sendiri. Akhirnya malah masuk jurang kesesatan, dengan asumsi  telah sampai di hadapanNya, telah ma’rifat, dan sudah sampai.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.