| Article Index |
|---|
| Agar Takwa Terasa Mudah dan Ringan |
| Halaman 2 |
| All Pages |
ALLAH SWT. menciptakan manusia dengan kecenderungan mencari kepuasan dan menghindari kesulitan, padahal Allah Swt. menghendaki para hambaNya untuk melakukan
ibadah, yang berat,
dan meninggalkan maksiat, yang sulit ditinggalkan. Dia menyelimuti surgaNya dengan kesulitan dan menyelubungi nerakaNya dengan kenikmatan syahwat.
Mengetahui tabiat ini, Allah Swt. menjanjikan pahala dan keagungan bagi orang yang patuh kepadaNya dan berpaling dari syahwat, supaya hamba tertarik untuk beribadah dan mendekatkan diri kepadaNya. Disamping itu, Dia memberi ancaman siksa dan kehinaan atas orang yang mendurhakaiNya dan memperturutkan hawa nafsu, supaya hamba tidak membangkang dan tidak berbuat buruk.
Cara mudah dalam meningkatkan takwa adalah dengan berharap-harap cemas. Ketika melihat kemuliaan yang Allah janjikan kepada hambaNya yang taat, manusia senang dan tergerak untuk mengabaikan kesulitan dalam beribadah dan meninggalkan larangan. Saat mengetahui ancaman Allah untuk hambaNya yang bermaksiat, manusia takut dan tergerak untuk mematuhiNya.
Berharap-harap cemas merupakan sarana efektif menuju pelaksanaan amal wajib dan amal sunah serta penghindaran perbuatan terlarang dan perbuatan makruh. Seorang hamba harus senantiasa menghadirkan perasaan tersebut, sehingga pahala dan siksa benar-benar terpampang di depan kedua matanya. Dengan begitu, ia terpicu untuk menunaikan kewajiban dan menjauhi larangan.
Masalahnya adalah bahwa konsistensi untuk selalu menghadirkan perasaan tersebut berat bagi jiwa, dan ini disebabkan oleh tiga faktor:
1. Bayangan kejadian akhirat yang mengerikan sangat berat bagi jiwa, bahkan menyakitkan hati, terutama bagi orang yang bergelimang dosa, banyak cela, dan mengkhawatirkan pertemuannya dengan Tuhan saat keburukannya diungkap.
2. Bayangan akhirat yang menakutkan membuat impian tentang indahnya dunia dan hasrat untuk memperturutkan syahwat padam.
3. Setan dan hawa nafsu selalu membisikkan bahwa tobat berarti mencegah diri untuk menikmati kesenangan dan kepuasan di dunia.
Oleh sebab itulah, setan dan hawa nafsu menyuruh manusia untuk membuang keinginan bertobat. Hawa nafsu menyuruh demikian agar ia bisa mereguk kesenangan dan kenikmatan duniawi. Adapun setan adalah musuh manusia, sehingga wajarlah kalau ia selalu membisikkan dosa dan permusuhan demi mendapatkan teman ketika disiksa dalam neraka.
Cara melawan bisikan dalam dada ini adalah membandingkan kenikmatan duniawi dengan kenikmatan ukhrawi. Dengan begitu, orang akan sadar bahwa kenikmatan duniawi yang terlewatkan sejatinya tidak seberapa jika dibandingkan dengan kenikmatan yang bisa diperoleh di akhirat, terutama nikmat menatap wajah Tuhan Yang Mahamulia.
Orang cerdas tentu takkan pernah mengutamakan sesuatu yang sedikit lagi fana di atas sesuatu yang mehmpah lagi abadi. Setelah terbiasa membandingkan kedua kenikmatan tersebut, hamba pasti lebih menghargai kenikmatan agung yang kekal daripada kepuasan sesaat yang rendah. Ketika melihat beratnya ibadah di dunia, bandingkanlah dengan beratnya azab akhirat yang disertai dengan murka Tuhan Sang Pencipta.
Dengan begitu, hamba pasti rela menjalani kesulitan sesaat agar terhindar dan penderitaan luar biasa yang abadi. Orang cerdas pasti memilih penderitaan sejenak daripada penderitaan selamanya. Ia akan mengintrospeksi diri dan berkata kepada jiwanya:
Bedebah kau jiwa! Engkau gelisah saat tersengat bayangan akhirat yang mengerikan, tetapi tidak resah dengan ancaman akhirat yang menghanguskan segenap jiwa dan ragamu?! Engkau keberatan untuk membuang bayangan kenikmatan duniawi yang semu dan hina, tetapi tidak keberatan untuk menyingkirkan bayangan kenikmatan akhirat yang hakiki?! Apakah kau ingin menukar sesuatu yang mulia dengan sesuatu yang nista?! “Dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual diri demi sihir andai saja mereka tahu.” Kalau engkau membiasakan diri memikirkan perkara akhirat, niscaya Allah mengganti hasrat bermaksiat dengan indahnya ibadah dan harapan akan pahala di akhirat.



Comments
http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/17/hidup-bukan-pilihan/ Quote
Takwa tidak akan datang dengan paksa tapi atas rela,
Takwa itu kiasan orang yang ikhlas dan redha,
Usah dicerca hati yang durja kerana ia gambaran kita
Hancurkan hati mu dalam sandaran makhluk
dekatkan hati hanya pada Allah Quote
maha sucu Engkau…
Dengan segala kenistaan hambaMu yang kotor ini…
ya Alloh tuntun dan bantu lah hamba untuk dapat terlepas dari belenggu yg selama ini melilit ku…sesunggu h nya Engkau maha tau apa yang terbaik bagi setiap insan termasuk aku ya Alloh…
ya Alloh aku yang saat ini terjerat dengan tali tali dosa dan ku berada dalam sebuah gua yang gelap disini didasar jurang kenistaan…
ya Alloh,…meski mulut ku ini tak ber cerita …dan meski mulut ini membisu namun semua pesan inii sampai kepadaMu ya Alloh…
Bebas kanlah aku dari belenggu ini dan keluarkan lah aku dari gua byg gelap didasar jurang ini ya Alloh Amiiiii… Quote
RSS feed for comments to this post.