Urgensi Mursyid

E-mail Print PDF
Article Index
Urgensi Mursyid
Halaman 2
All Pages

Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany
Bila anda ingin bahagia, begurulah pada seorang Syeikh (Mursyid) yang berilmu, mengenal aturan-aturan Allah Azza wa-Jalla, dan dengan ilmunya ia mengajarimu, mendidikmu adab, dan mengenalkan

jalan ma’rifatullah Azza wa-Jalla kepadamu.
Sang murid haruslah punya pembimbing dan bukti nyata. Karena  iaberada di hamparan darat yang penuh dengan kajaengking, ular, bencana, kedahagaan, binatang buas yang mengancam. Maka
hati-hatilah terhadap semua ancaman bencana ini. Sang pembimbing menunjukkan mana tempat sumber air, dan mana pohon yang berbuah.
Namun  bila murid sendiri tanpa punya bukti, ia akan terjerumus di bumi kebuasan, dan padang kebinatangan, kalajangking, ular dan bencana lainnya.

Wahai musafir dunia, jangan sampai kalian pisah dari kelompok, bukti dan
sahabat-sahabat dekat. Bila itu terjadi anda bisa kehilangan segalanya, harta dan nyawa anda.
Wahai musafir akhirat, teruslah anda dengan bukti dari Allah, hingga anda smapai tujuan. Berbaktilah  pada pembimbingmu dalam penempuhan jalan itu, perbaiki adabmu bersamanya. Jangan sampai anda keluar dari pandangannya, hinga dia mengajarimu, mendekatkan dirimu padaNya.  Lalu ia mewakilkan padamu dalam menempuh Jalan itu karena pengawasannya atas kepatuhanmu, kejujuranmu, kecerdasanmu, hingga dirimu menjadi pemimpin dan raja sesuai dengan keahlian. Ia memberikan wewenang padamu untuk menaiki kendarannya, dan terus demikian hingga anda sampai pada Nabimu saw, lalu mursyidmu menyerahkan dirimu pada beliau, mendekatkan padamu dengan nyata, lalu memberikan pelimpahan pada hati, perjalanan batin dan makna-makna, hingga anda berjalan pergi ke hadapan Allah Azza wa-Jalla dan di hadapan para makhluk.
Anda menjadi pelayan di hadapan Nabimu saw. Lalu anda mendatangi makhluk dan sang Pencipta Azza wa-Jalla setahap demi setahap. Dan hal demikian bukan melalui proses nyepi dan angan-angan, tetapi dengan  sesuatu yang tertancap kokoh dalam dada dan beramal yang benar.

Para Sufi senantiasa meninggalkan orang-orang dekatnya menempuh jutaan jarak hingga putus dengan nafsunya. Mereka mendengarkan Kalamullah Azza wa-Jalla dengan qalbunya dan maknya penghayatannya, serta membenarkan apa yang didengar hatinya melalui amaliah fisiknya.

Hai orang yang tidak mengerti! Bertobatlah kepada Allah Azza wa-Jalla dan kembalilah kepada kaum Shiddiqun utama, dan ikutilah mereka dalam ucapan, dan tindakan mereka. Jangan ikuti bangunan jalan orang-orang munafiq yang terus menerus berburu dunia dan kontra dengan akhirat, meninggalkan keutamaan Allah Azza wa-Jalla yang telah dijejakkan generasi sebelumnya. Mereka  kaum munafiq itu menempuh jalan kanan, kiri, belakang, demi mencari jalan kemalasan, dan mereka tidak menempuh jalan utama yang benar, yaitu Jalan menuju Allah Azza wa-Jalla.



 

Comments  

 
-1 #3 LUKI PUNARWANSYAH 2010-08-11 01:43 terungkaplah sudah segala kekejian hati,kenistaan diri,kejahilan akal,yang terus merasa benar dan merasa akan terselamatkan,k endalikanlah nafsumu untuk kebahagiaanmu,, ,raihlah ridho Tuhanmu… Quote
 
 
0 #2 Ari Artama 2010-07-03 03:25 Ternyata kesombongan telah menguasaiku akhirnya aku merasa bahwa aku lah orang yang paling mampu, astagfirulloh…
Bagaimana caranya kalau kita ingin punya mursyid…??
Quote
 
 
+1 #1 endhoenk 2010-06-26 07:10 betapa diri ini terkadang bahkan sering merasa diri paling mampu ! Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Majalah Terbaru

 

Edisi 64/2010

Artikel : - Zuhud - Imam al-Ghozali - Waliyullah Gunung Pring - KH. Nahrowi Dalhar ...