Kesantunan & Pemberian Maaf

E-mail Print PDF
  1. Kesantunan adalah penutup yang menutupi, sedangkan akal adalah pedang yang tajam. Maka, tutupilah kekurangan perangaimu dengan kesantunanmu, dan perangilah nafsumu dengan akalmu.
  2. Kesantunan adalah perangai yang utama.
  3. Kesantunan adalah keluarga.
  4. Ada kalanya suatu kalimat ditelan (tidak jadi diucapkan) oleh seorang yang santun karena khawatir dampak keburukan darinya, dan cukuplah kesantunan itu sebagai penolong.
  5. Seandainya engkau bukan seorang yang santun, maka jadikanlah dirimu seperti orang yang santun. Sebab, barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, hampir-hampir dia termasuk golongan mereka.
  6. Orang yang paling utama maafnya adalah orang yang paling kuasa membalas.
  7. Maafkanlah orang yang menzalimimu.
  8. Sesungguhnya Allah ingin agar kekhilafan orang yang murah hati dimaafkan.
  9. Maafkanlah kesalahan manusia, dan janganlah engkau mengadukan kesalahan siapa pun yang engkau sendiri tidak menyukainya.
  10. Maaf diberikan kepada orang yang mengakui kesalahan, bukan kepada orang yang terus-menerus melakukan kesalahan.
  11. Janganlah engkau mempermalukan wajah orang yang meminta maaf dengan mencelanya.
  12. Permintaan maaf menjadi rusak di tangan seorang yang tercela, sama dengan baiknya ia di tangan orang yang mulia.
  13. Biasakanlah dirimu dengan toleransi.
  14. Terimalah permintaan maaf orang yang meminta maaf kepadamu.

 

 

 

 

 

 

 

Comments  

 
0 #3 Suherman 2010-05-22 20:03 Memberi ma'af memang mudah diucapkan diucapkan tp ternyata susah dalam praktek, apalagi kalo periuk nasi kita yang diusik. Tapi kalo memang ketika didzholimi orang, lalu kita harus bisa memberi ma'af sebagai jalan bagi kita agar Alloh mengampuni sebagian dosa kita, saya akan berusaha melakukannya, mudah2,-an bisa..amin YRA. Quote
 
 
0 #2 paijo 2010-04-05 10:49 nasehat yang baik Quote
 
 
+1 #1 Abu Yafi 2010-03-15 09:26 Insya Allaah Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Majalah Terbaru

 

Edisi 64/2010

Artikel : - Zuhud - Imam al-Ghozali - Waliyullah Gunung Pring - KH. Nahrowi Dalhar ...