Yang Penting Justru Adab

E-mail Print PDF

"Yang terpenting bukannya tercapainya apa yang engkau cari, tetapi yang penting adalah engkau dilimpahi rizki adab yang baik"

Dalam ajaran thariqat Sufi, adalah yang terpenting bukannya tercapainya apa yang engkau cari, tetapi yang penting adalah engkau dilimpahi rizki adab

yang baik terwujudnya apa yang diinginkan (sukses), tetapi lebih penting dari itu semua kita dikaruniai adab yang bagus. Baik adab dengan Allah, adab dengan Rasulullah saw, adab dengan para Syeikh, para Ulama, adab dengan sahabat, keluarga, anak dan isteri, dan adan dengan sesama makhluk Allah Ta'ala.

Apa yang ada di sisi Allah swt, tidak bisa diraih dengan berbagai upaya sebab akibat, namun kita harus mewujudkan adab yang baik di hadapanNya, karena dengan adab itulah ubudiyah akan terwujud. Allah swt, berfirman: "Agar Allah menguji mereka, manakah diantara mereka yang terbaik amalnya." (Al-Kahfi: 7), Allah tidak menyebutkan bahwa yang terbaik itu adalah yang terbanyak suksesnya, juga bukan yang terbaik adalah raihan besarnya.

Rasulullah saw, bersabda: "Taqwalah kepada Allah dimana pun engkau berada, dan ikutilah keburukan itu dengan kebajikan, sehingga keburukan terhapus. Dan bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlak yang baik." (Hr. Imam Ahmad, dan At-Tirmidzy).

Seluruh proses adab itu adalah menuju keserasian dengan sifat-sifatNya, dan inilah yang disebutkan selanjutnya oleh Ibnu Athaillah:
"Tak ada yang lebih penting untuk anda cari disbanding rasa terdesak, dan tidak ada yang lebih mempercepat anugerah padamu ketimbang rasa hina dan rasa faqir padaNya."

Sikap terdesak, hina, fakir, itulah yang membuat anda terus kembali kepada Allah swt tanpa sedikit pun faktor yang menyebabkan rasa tersebut muncul. Dan sebaik-baik waktu tentu saja, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Atyhaillah dalam Al-Hikam pula adalah waktu dimana anda menyaksikan sifat butuh anda kepada Allah, dan dikembalikan pada wujud hinamu di hadapanNya.
Para sufi sering bersyair:

Adab sang hamba adalah rasa hinanya
Sang hamba  tak pernah meninggalkan adab
Sang hamba jika sempurna rasa hinanya
Sang hamba meraih cinta dan kedekatannya.

Hajat manusia bertingkat-tingkat, Ada hajat dunianya, ada hajat akhiratnya, ada hajat meraih anugerahNya, ada hajat hanya kepada Allah swt, saja.
Tentu hajat tertinggi adalah menuju dan wushul kepada Allah Ta'ala, dan itu semua harus diraih dengan rasa butuh yang sangat, rasa hina dan fakir. Kepada Allah ta'ala.
Pernah dikatakan kepada Abu Yazid, "Pekerjaanmu senantiasa dipenuhi dengan rasa bakti, bila engkau menghendakiKu maka engkau harus datang dengan rasa hina dan butuh."

Diantara makna berguna dari rasa butuh itu adalah:
1) Rasa berpaling dari makhluk Allah Ta'ala secara total,
2) Menghadap Allah dengan total pula,
3) Sang hamba berhenti di batasNya tanpa membuat pengakuan sedikit pun.

Tiga hal yang merupakan jumlah kebajikan dan kesempurnaan.

 

Comments  

 
+2 #13 abdul hadi 2010-08-07 06:55 betul seorang santri harus ta'dzim kepada yainya walaupun yainya hanya seorang rakyat jelata kalau gak ta'dzim kuwalat Quote
 
 
+1 #12 Tabiin 2010-05-03 08:42 Apabila seorang hamba menjaga adabnya pada Allah swt dgn sebaik baik adab,maka insyallah,Allah swt akan menjadikan semua mkhluk ciptaanNYA yang lain akan beradab kepadanya dengan sebaik baik adab pula…mahasuci Allah dengan segala kesempurnaan sifat sifatNYA..terima kasih atas sumbangan artikel dalam sufi news ini,semuga Allah swt senantiasa memberikan petunjuk dan rahmatNYA pada penulis utk selamanya.. Quote
 
 
+2 #11 agus 2010-04-25 22:27 trims buat sufinews artikelnya menjadikan wasilah datangnya cahaya suci bagi saya yang sedang gelap hatinya,! Quote
 
 
0 #10 kholis 2010-04-24 09:28 saya sangat mengagumi dan suka membaca artikel ertikel di site sini…
bisa menambah wawasa dan sangat berguna menurut saya
Quote
 
 
0 #9 Infi 2010-04-18 00:34 ada yang pernah bilang pada saya bahwa salah satu cara Alloh mendidik kita adalah dengan Dia memberikan masalah-masalah dan kegagalan-kegagalan kepada kita. Sehingga kita tersadar bahwa ternyata kita ini benar2 hina dihadapan makhluk-Nya, apalagi di hadapan-Nya… (Astaghfirulloh …) Quote
 
 
+1 #8 kang masroni 2010-04-02 10:11 beradab kepada siapapun mengantarkan kita menjadi sosok yang bijak Quote
 
 
0 #7 arief 2010-03-27 21:43 makin tenaang jiwa ini Quote
 
 
0 #6 Abu Yafi 2010-03-12 16:59 begitulah keindahan Quote
 
 
+1 #5 Mutohar 2010-03-08 22:04 Smoga kita dberikan kekuatan dan petunjuk Alloh utk sll bs menjg adab dlm amal dan bersikap. Quote
 
 
0 #4 eko wahyudhi 2010-03-04 22:31 semakin sejuk hati ini…
trima kasih sufinews.com Subhanallah…
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Majalah Terbaru

 

Edisi 64/2010

Artikel : - Zuhud - Imam al-Ghozali - Waliyullah Gunung Pring - KH. Nahrowi Dalhar ...