Fri10242014

Last update12:13:07 AM GMT

Back Wawancara Syekh Siti Jenar & Suluk Nusantara

Syekh Siti Jenar & Suluk Nusantara

  • PDF
Article Index
Syekh Siti Jenar & Suluk Nusantara
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
All Pages

Agus Sunyoto M.Pd
Belakangan ini, banyak studi tentang Siti Jenar meramaikan semarak tasawuf di negeri kita. Salah satunya, Novel Suluk Abdul Jalil, Perjalanan Ruhani Syeh Siti Jenar (LKiS, 2003) karya Agus Sunyoto. Cover dari

 novel tujuh jilid tersebut cukup menarik. Ada seorang pakaian putih, berkerudung daun pisang. Kepalanya tak tampak karena tertutup kerudung daun itu. Sungguh mistik, semistik kandungan isinya. Ia menggambarkan sebuah perjalanan sunyi spiritual (suluk) yang tidak harus diketahui orang, atau bahkan disesatkan masyarakat sekalipun.

Yang menarik, novel hasil riset ini merujuk kepada teks Jawa-Baratan yang melihat Siti Jenar lebih manusiawi. Hal yang berbeda dengan mitos di Jawa-Tengahan. Di belahan ini, Siti Jenar dianggap evolusi mistis dari cacing yang "mencuri ilmu" pengajaran Sunan Bonang atas Sunan Kalijaga. Menarik, karena Agus Sunyoto mampu menemukan aspek gerakan politik egalitarian yang mengobrak-abrik feodalisme Rajadewa di Jawa. Satu pembaruan politik yang mungkin sangat modern, karena wahdatul wujud kemudian melahirkan kontrak sosial selayak demokrasi klasik.

Apakah ini yang membuat ajaran Siti Jenar disesatkan? Betulkah ia melampaui syari'at? Kenapa harus bersitegang dengan Walisongo, dan benarkah ketegangan itu? Bukankah Dewan Wali juga sudah mencapai maqam manunggaling kawula gusti? Dan bagaimana aplikasi ajaran Siti Jenar terhadap kegersangan spiritual urban di era materialistik ini? Berikut ini wawancara Cahaya Sufi dengan salah satu pendekar peradaban Nusantara asal Surabaya, yang sangat hafal lekuk sejarah, bahasa, dan kebudayaan Hindu-Jawa tersebut. 

Sejak kapan mas Agus melakukan riset tentang Siti Jenar, dan kenapa memilih tokoh ini sebagai objek riset? Adakah momen spiritual spesial, yang menggerakkan mas untuk menulis novel Siti Jenar?
Saya mulai kenal nama Syaikh Siti Jenar (SSJ) sejak kakek saya bercerita tentang tokoh tersebut. Kakek orang asal desa Ploso, Jombang, santri Tebuireng angkatan pertama. Kakek saya cerita kalau ajaran SSJ beliau peroleh dari KH Hasyim Asy'ari. Sejak menulis cerbung Kyai Ageng Badar Wonosobo di Jawa Pos tahun 1987-1988, saya sudah ngumpulkan data tentang SSJ.

Penelitian in