Seorang ahli taqwa pernah ditanya,“Darimana anda tiba?”
"Pertanyaanmu itu tidak ada gunanya untuk diketahui, dan tidak menyengsarakan anda jika tidak tahu.
Maka uruslah apa yang berguna bagimu daripada mengurus hal-hal tak berguna…” jawabnya.
"Lalu apa pangkal taqwa itu?”
"Hendaknya engkau menjaga nafsu syahwatmu, menjaga tenggorokanmu dari hal-hal yang enak, dan menjaga hatimu dari kealpaan demi kealpaan.”
Lalu orang itu berkata:
“Taqwalah kepada Allah Ta’ala yang menghukum Adam gara-gara satu suapan, menghukum Musa gara-gara satu pukulan, menghukum Dawud gara-gara satu pandangan, dan menghukum Yusuf karena hasratnya, menghukum Nuh karena permintaan, dan Muhammad karena intuisinya, semoga sholawat salam atas mereka semua.”



