Wed09032014

Last update01:31:39 AM GMT

Back Sketsa Sufi Kebun Mawar Rahasia Ilahi

Kebun Mawar Rahasia Ilahi

  • PDF
Article Index
Kebun Mawar Rahasia Ilahi
Halaman 2
All Pages

Sa'duddin Mahmud Syabistari
Cahaya dalam diri menciptakan Sufi, bukan kebiasaan agama. Sa'duddin Mahmud Syabistari dilahirkan di Syabistar, dekat Tabriz, sekitar tahun 1250 M. Dia menulis Gulshan-i-Raz,

atau Kebun Mawar Rahasia, sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh seorang doktor Sufi dari Herat bernama Dmir Syad Hosaini. Sangat sedikit kisah tentang kehidupan Mahmud Syabistari.

Dia menulis dua risalah lain tentang Sufisme di samping Gulshan-i-Raz yakni Haqqul Yaqin dan Risala-i-Shadid. Yang kita ketahui hanyalah bahwa dia memiliki seorang murid kesayangan bernama Syekh Ibrahim. Gulshan-i-Raz diperkenalkan di Eropa oleh dua pelancong di tahun 1770. Selanjutnya, salinan-salinan puisinya ditemukan di beberapa perpustakaan Eropa. Pada tahun 1821 Dr. Tholuck, dari Berlin, menerbitkan nukilan-nukilannya, dan pada tahun 1825 sebuah terjemahan bahasa Jerman dari petikan puisi itu muncul dalam buku lain yang ditulisnya. Setelah itu sebuah terjemahan lirik dan teks Persia diterbitkan oleh Von Hammer Purgstall di Berlin dan Vienna. Gilshan-i-Raz diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan, dengan teks Persia dan nukilan dari edisi Hammer dan catatan-catatan Lajihi, oleh Mr. Whinfield pada tahun 1880.

Puisi Sufi
Para pembaca puisi Sufi hampir pasti akan terpesona, mungkin bahkan terseret, oleh bahasanya yang luar biasa elok, oleh keakraban dengan Sang Khaliq, oleh pengabaian yang tampak jelas pada semua hukum manusia dan Ilahiah. Tetapi pada pengujian selanjutnya keajaiban cinta para Sufi kepada Sang Kekasih memancar dengan intensitas yang jernih, laksana terang yang bersiram cahaya indah.
Mereka sedang jatuh cinta kepada Sang Tunggal, dan cinta mereka mewujud ke dalam lagu-lagu pujian dan ketakjuban yang begitu elok:

Aku mendengar dan terpikat;
ruhku bergegas untuk merengkuh
dekapan penerimaan Cinta,
karena suara itu begitu manis.

Vaughan berkata:
Mistisisme Oriental telah menjadi terkenal karena pujangga-pujangganya, dan dalam puisi ia melepaskan semua kekuatan dan apinya.
[Kaurn Sufi] ... memiliki tugas tunggal dan sederhana, untuk menjadikan hati mereka sebuah cermin yang suci bagi Tuhan.
Cinta adalah tema kaum Sufi, Ilahi, Cinta Abadi, dan ke dalam lautan Cinta mereka merangkum pasrah tanpa berpikir panjang.

Rumi bernyanyi:
Ngengat-ngengat, terbakar oleh cahaya obor di wajah Sang Kekasih, adalah pecinta-pecinta yang berdiam di tempat suci.
Kalaupun kita dianggap gila atau mabuk, ini karena Pembawa Piala dan Sang Piala.
Karena mulutku telah mengunyah Kemanisan-Nya Dalam pandangan yang jelas kulihat Dia berhadap-hadapan.

Simbolisme Sufi
Dalam membaca puisi kaum Sufi yang mempesona, haruslah diingat bahwa, meskipun symbol-simbol cinta dan keindahan keduniawian dipergunakan secara bebas, namun makna yang sesungguhnya tersembunyi. Tidak ragu lagi, ini secara sengaja dilakukan untuk tetap menjaga rahasia cinta mistis mereka, agar duniawi tidak mencemooh. Tetapi bersamaan berlalunya waktu, kata-kata tertentu mulai memiliki makna yang sudah dikenal di kalangan mereka sendiri. Misalnya:
Pelukan dan ciuman adalah peson