Wed04162014

Last update01:12:12 AM GMT

Back Sastra Sufi

Sastra Sufi

Sirkus

  • PDF

M. RAHIM BAWA MUHAIYADDEEN
Salam sayangku padamu, cucu-cucuku. Kemarilah, ayo kita pulang ke rumah! Matahari sedang terbenam dan hari beranjak gelap. Banyak orang-orang keluar malam ini. Di mana-mana terdapat poster dengan gambar-gambar berwarna berupa beruang, singa, harimau, anjing, dan banyak jenis binatang lainnya

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Kata-kata Mutiara GUSMUS

  • PDF

Ahmad Mustofa Bisri, begitulah nama asli beliau. Ulama sekaligus budayawan asli rembang yang akrab dipanggil Gus Mus ini banyak menghasilkan berbagai karya,

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Keseimbangan Sempurna Burung Bangau

  • PDF

M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen
Salam sayangku padamu, cucu-cucuku. Datanglah, mari kita pergi ke danau pinggiran laut yang dangkal di mana ikan-ikan masuk dari samudera. Kita bisa duduk di tepi pantai dengan

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Ikan Yang Keningnya Bercahaya

  • PDF

M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen
SALAM sayangku padamu, cucu-cucuku. Hari ini, kita akan masuk di kedalaman samudera. Datang dan lihatlah melalui lensa khusus ini, dan engkau akan melihat makhluk-makhluk yang tidak terhitung banyaknya hidup di sana. Engkau bahkan bisa memeriksa rincian yang paling rumit mengenai telur ikan, makhluk-makhluk yang bersel satu, virus, dan banyak bentuk kehidupan lainnya. Apakah engkau melihat mereka semua?

Salam sayangku padamu, cucu-cucuku. Lihatlah cahaya di sebelah sana itu! Keajaiban apa yang ada di kedalaman samudera ini? Sinar itu berasal dari seekor ikan yang luar biasa. Pusatkan perhatianmu pada lensa ini dengan hati-hati dan engkau akan tahu bahwa cahaya itu berada tepat di atas kedua alis ikan ini. Cahaya ini menyerupai reflektor yang ditemukan di rambu-rambu jalan, dan berkilauan di kegelapan seperti cat yang berpijar.

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Air Sorga

  • PDF

Haris seorang Badawi, dan   istrinya Nafisa hidup berpindah-pindah tempat membawa tendanya yang tua. Dicarinya tempat-tempat  yang ditumbuhi beberapa kurma, rumputan untuk untanya, atau yang mengandung sumber air betapapun kotornya.

Kehidupan semacam itu telah dijalani bertahun-tahun lamanya, dan jarang sekali melakukan sesuatu di luar kebiasaannya. Ia biasa menjerat tikus untuk  diambil kulitnya, dan memintal tali dari serat pohon kurma untuk di jual kepada kafilah yang lewat.

Namun,  pada  suatu  hari sebuah sumber air muncul di padang pasir, dan Haris pun mencicipi air itu. Baginya air itu terasa bagaikan air sorga, sebab jauh lebih bersih dari air yang biasa diminumnya. Bagi kita, air itu akan terasa memuakkan karena sangat asin. “Air ini,” katanya, “harus aku bawa keseseorang yang bisa menghargainya.”

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com