Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany (19 Ramadhan, tahun 545, H. di Pesantrennya)
Siapa yang rela pada akhirat, ia menjadi yang utama. Siapa yang rela dengan sedikit ia mendapatkan banyak. Siapa rela dengan kerendahan, kemuliaan bakal tiba. Ridholah dengan
Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany (19 Ramadhan, tahun 545, H. di Pesantrennya)
Siapa yang rela pada akhirat, ia menjadi yang utama. Siapa yang rela dengan sedikit ia mendapatkan banyak. Siapa rela dengan kerendahan, kemuliaan bakal tiba. Ridholah dengan
Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany - 19 Ramadhan, tahun 545, H. di Pesantrennya
Anak-anak sekalian, aku melihat aktivitasmu bukanlah upaya untuk muroqobah kepada Allah Azza wa-Jalla, yang senantiasa takut kepadaNya, tetapi lebih merupakan
Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany 17 Ramadhan, tahun 545, H. di Madrasahnya
Allah Azza wa-Jalla telah memilih kefakiran bagimu. Tetapi engkau memilih kaya. Ingatlah Allah Azza wa-Jalla memberikan pilihan padamu tetapi anda tidak suka. Sesungguhnya yang tidak menyukai pilihan Allah Azza wa-Jalla adalah nafsumu, hawa nafsumu, watakmu, syetanmu dan sahabat-sahabat burukmu, semua itu tidak pernah menyukai pilihan Allah Azza wa-Jalla.

Pengajian Syekh Abdul Qodir Al-Jilani 17 Ramadhan, tahun 545, H. di Madrasahnya
Siapa yang ingin meraih ridho atas ketentuan Allah Azza wa-Jalla hendaknya ia terus mengingat kematian. Karena dengan mengingatnya meringankan beban musibah dan bencana. Dan anda jangan berhasrat pada dirimu, hartamu, pada anakmu. Namun ucapkan, “Tuhanku lebih tahu tentang diriku dibanding diriku sendiri.”
Pengajian Syeikh Abdul Qadir al-Jilany-Tanggal 10 ramadhan 545 H. Hari Jum’at pagi di Madrasahnya.
Ya Allah, jadikan kami bersama mereka, dan lindungi kami sebagaimana Engkau lindungi mereka.
Ya Allah berikanlah kami kebajikan di dunia dan berikanlah kami kebajikan di akhirat, dan lindungi kami dari siksa neraka.
Page 1 of 7