Assalamu’alaikum Wr. Wb
Saya berdzikir, anehnya kalimatnya berubah rubah dari La ilaha illallah kemudian Ahad, kemudian Ya Haq terus kemudian kok hening sepertinya semuanya diam tapi kok saya merasa tenang apa yang harus
saya lakukan setelah itu ustadz. Jazakumullah
Wasalamu’alaikum Wr. Wb
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Jawab:
Untuk berdzikir yang benar-benar lurus menuju Allah, dan ikhlas dalam berdzikir, memang perlu isti’dad (penyiapan diri), termasuk disini anda harus dibimbing oleh Mursyid, agar dimensi-dimensi yang ada dalam ruang jiwa anda tidak membuat anda berloncat-loncat. Tanpa penataan jiwa dzikir pun akan kurang sempurna.
Oleh sebab itu jangan biasakan mengingat amaliah dzikir anda, ingatlah pada yang anda dzikiri yaitu Allah Rabbul ‘Izzah. Bukan mengenang rasa indahnya, atau mengingat jumlah dan atau yang sudah anda lakukan. Ketika berdzikir anda menghadap siapa? Apakah anda menghadap fenomena-fenomena? Apakah anda mengadap pada rahasia-rahasia? Sedangkan di hadapan anda adalah Allah Ta’ala?.



