Fri05182012

Last update06:05:04 AM GMT

Back Koleksi Sufi

Artist

Oh, Tuhan Segala Puji BagiMu

 

Syeikh Ahmad ar-Rifa’y

“Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya,” maka beliau langsung bersabda: “Ya Tuhan kami,  dan hanya bagiMulah segala Puji.” (Hr. Bukhari dan Muslim)

Hadits mulia ini terdapat rahasia keserasian terhadap panggilan Allah Swt, yang datang melalui lisan hambaNya, dan hanya bisa dipahami oleh mereka yang memiliki rasa jiwa dari kalangan pecintaNya.

Anak-anak sekalian! Wahid pernah ditanya, “Apakah hakikat cinta?” Ia menjawab, “Berselaras dengan Sang Kekasih.”

Nabi saw, berdoa: “Ya Allah berilah aku rizki mencintaiMu dan mencintai orang yang mencintaiMu, dan berilah aku rizki amal yang sampai bisa mencintaiMu, dan jadikanlah mencintaiMu itu sebagai sesuatu yang paling kucintai.”

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Mutiara Berserak Mutiara Sepuluh Kata-3

Ibnu Hajaar Al'Asqalani
Ibnu Abbas mengatakan,Rasulullah Saw. bersabda:

Sepuluh macam dari ummatku Tidak akan masuk surga sebelum bertobat
Pertama, orang yang suka menjual muka pada pejabat
Kedua, perampok, pencuri, dan penjambret
Ketiga, orang yang suka mengadu domba
Keempat, para mucikari wanita tuna susila
Kelima, orang yang tidak perduli pada anak istri dan saudara perempuan untuk diwaspadai
Keenam, para penabuh drum orkestra
Ketujuh, para pemetik gitar dan musik sejenisnya
Kedelapan, orang yang sulit memaafkan dan menerima alasan
Kesembilan, anak zina yang suka begadang di pinggir jalan dan suka berbuat onar
Dan kesepuluh, anak yang durhaka pada orangtua

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Protes Pada Allah

Dengan dengus nafas ngos-ngosan, lelaki bertubuh tambun itu memasuki kedai Cak San. Ia memesan air putih dua gelas besar, untuk mengusir dahaganya. Rupanya pagi yang dingin itu, tidak mampu menyelimuti kegerahan dadanya. 

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Kedai Sufi

Bagaimana jadinya kalau kedai kopi menjadi tempat obrolan-obrolan sufistik ? Ya. Tentu kedai itu

akan mengubah tradisi kedai sebagai tempat jagongan para berandalan, menjadi sumber kreativitas pikiran- pikiran nakal sufistik.

Kedai Sufi adalah kedai yang dihadirkan oleh penulis buku ini, untuk menjadi pelototan mereguk substansi soal hidup yang kentekstual dengan jaman ini.   Di dalamnya ada empat tokoh yang senantiasa menghiasi pergolakan sufistik di Kedai Sufi: Pardi, Dulkamdi, Kang Saleh dan Cak San.

Berbagai persoalan dikuliti. Salah satu contoh adalah soal diskusi tentang “Tiga Kiai Pekerja Seks". Apa jadinya kalau seorang kiai berhubungan dengan pekerja seks dan dunia pekerja seks? Buku ini menjawabnya nakal. Biar! Tidak apa-apa. Syah. Harus.

Salah satu tokoh yang diceritakan adalah Kiai Madun. Ketika Sang Kiai tiba-tiba menghadapi problem "takut mati", hingga menjadikan tubuhnya berkeringat dingin. Kiai Madun mendatangi gurunya. Sang mursyid enteng menjawab: "Obatnya mudah. Datanglah ke tempat pekerja seks!"

Betapa sedihnya Kyai Madun. Pikirnya:”apakah sudah sedemikian hina, sehingga ia harus mendatangi pekerja seks."  Diam-diam Kiai Madun datang juga ke kompleks pekerja seks. Singkatnya, ihwal penyakitnya itu sembuh seketika setelah dari kompleks itu. Terapi sufi: manjur.

Tentu masih banyak soal lain yang menjadi bahan obrolan di Kedai Sufi dalam buku  ini.  Obrolan ini menarik dibaca. Sebab, obrolan itu tampak seperti terapi sufistik tentang persoalan kehidupan yang dihadapi manusia jaman ini.

Selain itu, satu bagian di buku ini merupakan "Konsultasi SuEstik". Berasal dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada penulisnya. Nilai praktis merupakan kelebihan dari membaca “Konsultasi Sufistik", sebab problem-problem yang dihadapi, seturut tema di buku ini, akan langsung ditemukan jawabannya.

Tulisan-tulisan yang ada di buku ini, sejarahnya merupakan tulisan-tulisan yang pernah ada di media massa, majalah dan tabloid. Meski begitu, kesambungan cerita di bagian "Kedai Sufi”, yang menghadirkan empat tokoh: Pardi, Dulkamdi, Kang Saleh dan Cak San, telah merangkaikan sejumlah gagasan penting yang tidak terpotong-potong.

Selamat membaca!

 

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Mutiara Berserak Mutiara Sepuluh Kata-2

Ketika Yahya bin Mu’adz melihat seorang Fuqaha’ Yang gemar harta benda, ia berkata:
Wahai ahli ilmu dan ahli hadits
Istanamu laksana Kaisar Rum
Gedung-gedungmu seperti istana Raja Persia

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com