Mendengar Siulan
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Kalo dengar siul, doa apa yang harus dibaca?
Wassalamu’alaikum wr. Wb
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Mendengar Siulan
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Kalo dengar siul, doa apa yang harus dibaca?
Wassalamu’alaikum wr. Wb
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Kita sering mendengar, motivasi agar kita bekerja dengan hati. Kemudian berikut turunannya, yaitu bekerja dengan penuh cinta pada pekerjaan, cinta pada hasilnya, agar sukses dan meraih keuntungan sebesar-besarnya. Motivasi tersebut sangat kapitalistik dan materialistik, membuat berjuta-juta manusia lupa dirinya dan lupa Tuhannya. Kalau toh mengingat dirinya dan Tuhannya, hanya ketika ia berada dalam kecemasan, ketakutan, dan kegagalan.
Allah Swt, memerintahkan kita bekerja sebaik-baiknya secara maksimal. Bukan memerintahkan mencari dan menentukan rejeki. Bukan pula mencintai wujud rejeki atau proses pencapaiannya. Karena begitu kita mencintai pekerjaan dan wujud hasilnya, kita telah kehilangan momen keimanan kepada Tuhan. Karena sebegitu enteng seseorang menyingkirkan Allah dari qalbunya, sebab pekerjaan, hasil-hasil ukses kinerja telah merenggut cintanya.
Karena itu biarlah kerja keras itu diurus oleh pikiran, dan indera kita. Agar anda lebih merdeka bekerja, lebih bebas berkreasi secara positif, karena semua itu dalam rangka mendukung proses kinerja hati yang hakiki, yaitu bekerja dengan Allah Ta’ala. Hati memang butuh bekerja dengan segala cintanya, tetapi kinerjanya hati adalah muamalahnya dengan Allah Ta’ala, untuk Allah Ta’ala, bukan untuk sukses dunia dengan segala perniknya.
Hati ingin terus bekerja dengan dilatari oleh taubat, di gerakkan oleh mujahadah terhadap nafsu, dihantar oleh tafakkur, dihidupkan oleh dzikrullah, disegarkan oleh syukur, diorientasikan oleh ikhlas, dikuatkan oleh yaqin, dibahagiakan oleh husnudzon kepadaNya, dipancari oleh cahaya ma’rifat, dipandangkan oleh akal sehat, dihamparkan oleh tawakkal, dikonsistensikan oleh kesabaran, dilezatkan oleh ridho, dikuatkan oleh ilmu, ditegakkan oleh musyahadah, dibimbing oleh Ittiba’ Rasul, digairahkan oleh rindu, dikukuhkan oleh harapan, dibahagiakan dengan cinta, dan dijalankan oleh kebenaran kehambaanya.
Wallahu A’lam
KHM. Luqman Hakim
MAJALAH CAHAYA SUFI Edisi 78/2012
Artikel :
- "Si Linggis" Dari Desa Cidahu - Syaikh Akbar Abdul Fatah
- Sikap Benar Terhadap Urusan Allah - Syekh Abul Hasan asy-Syadzily
- Biografi dan Surat-Surat Ibn 'Abbad - Ibn 'Abbad Ar-Rundy
Pengajian :
Dzikir Yang Menghapus Dosa-dosamu - Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany
Al-Hikam :
Etika Berdo'a - Syeikh Ibnu Athoillah as-Sakandary
Hadist : Sabar - Syeikh Ahmad ar-Rifa’y
MAJALAH CAHAYA SUFI Edisi 77/2012
Artikel :
- Sang Pemandu Perdamaian - Syaikh Sidi Muhammad Sa'i
- Muraqabah (Fokus pada allah) - Syekh Abul Hasan asy-Syadzily
- Feminisme Yang sufistik - Prof. Dr. Musdah Mulia
Pengajian :
Makanan Sufi Adalah Dzikrullah - Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany
Al-Hikam :
Memahami Hijab dan Sifat DEkatnya - Syeikh Ibnu Athoillah as-Sakandary
Hadist : Oh, Tuhan Segala Puji BagiMu - Syeikh Ahmad ar-Rifa’y
Pengajian di Surabaya
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Sebelumnya perkenalkan nama saya Herdian dari Surabaya. Usia saya saat ini 32 tahun dan Alhamdulillah sudah berkeluarga.