Syeikh Ahmad ar-Rifay
“Siapa yang menyampaikan hadits pada ummatku, dalam rangka menegakkan Sunnah, atau demi menghancurkan bid’ah, maka ia berada di syurga.”(Hr. Abu Nuaim dalam Al-Hilyah)
Syeikh Ahmad ar-Rifay
“Siapa yang menyampaikan hadits pada ummatku, dalam rangka menegakkan Sunnah, atau demi menghancurkan bid’ah, maka ia berada di syurga.”(Hr. Abu Nuaim dalam Al-Hilyah)
Syeikh Ahmad ar-Rifa’y
Rosullullah SAW bersabda: “Siapa pun anak yang dilahirkan, kemudian diberi nama Muhammad dalam rangka mendapatkan berkah darinya, maka ia dan anaknya berada di syurga.”
Syeikh Ahmad ar-Rifa’y
Riwayat dari Anas bin Malik, ra, bahwa Rasulullah Saw, apabila masuk bulan Rajab, beliau berdoa:
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami bisa memasuki bulan Ramadhan.” (Hr. Ahmad dan Baihaqi).
Syeikh Ahmad ar-Rifa’y
Amr bin al-‘Ash ra ketika ditanya tentang sifat Rasulullah Saw, di dalam kitab Taurat, beliau menjawab, “Benar, sesungguhnya Nabi Saw, telah disifati dalam Kitab Taurat, dengan sebagian sifatnya di dalam Al-Qur’an:
Juga hadits yang bersanad dari Imam al-Bukhari, dari Abu Hurairah ra, mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah Saw, bersabda:
“Sesungguhnya rahim (kasih sayang) sedang berduka, (dan Rahim adalah kerabat erat dari Ar-Rahman), rahim mengatakan:
"Nabi Saw, berdiri (ibadah) hingga kedua telapak kakinya membengkak, lalu beliau ditanya, ‘Allah sudah mengampuni dosamu yang berlalu maupun yang akan datang…’ Maka Nabi Saw, bersabda, ‘Bukankah aku adalah hamba yang sangat bersyukur?’"
Hadits mulia ini menjelaskan disiplin terhadap penegakan kewajiban ubudiyah secara total dan maksimal bagi orang yang punya akal sehat. Sedangkan Pangeran Agung dan Rahasia mulia Nabi besar Muhammad Saw, yang telah menjadi rahasia semesta dan sekaligus menjadi induk dari semesta wujud, menjadi pusat antara makhluk dan Khaliq, tetap disiplin menegakkan ubudiyahnya walapun kedua telapak kakinya yang mulia itu membengkak.
Syeikh Ahmad ar-Rifa’y
Rasulullah saw, bersabda:
“Apabila diantara kalian berangkat menuju sholat Jum’at hendaknya lebih dahulu mandi.” (H.r. Muslim)
Riwayat dari Amirul Mu’minin Sayyidina Ali ra, Nabi saw, bersabda:“Jibril berkata kepadaku, bahwa Rabbul ‘Izzah swt berfirman: “Kalimat Laa Ilaaha Illallah adalah bentengKu. Maka siapa yang mengucapkannya berarti masuk di bentengKu, dan siapa yang masuk bentengKu, ia aman dari siksaKu.”