Hijab

Harus dibaca juga..

Sesungguhnya Nabi saw, bersabda:
“Perbuatan-perbuatan baik bisa menjaga serangan keburukan, dan sesungguhnya sedekah rahasia itu bisa meniup api amarah Tuhan, dan sebenarnya sillaturrahim itu menambah usia dan menghapus kemiskinan.”
(Hr .Thabrani)

Dalam hadits yang mulia ini ada pelajaran akhlaq mulia, dimana kaum arifin membubung menuju Rabbnya. Sebab asas dari ma’rifat adalah Makarimul Akhlaq (semulia-mulianya akhlaq), sedangkan akhlaq buruk, adalah – na’udzubillah – adalah wujud terhijabnya rahasia batin dari Allah Ta’ala.

Anak-anakku sekalian. Diantara musibah rahasia batin terbesar adalah terhijabnya kita dari Allah swt. Maka siapa pun yang mendapatkan musibah seperti, pada dasarnya ia telah menggabungkan musibah-musibah lainnya. Sang pecinta itu senantiasa mabuk Ilahi,  sang pemabuk tak akan merasakan derita musibah ketiba mabuk, baru disaat sadar merasakan deritanya.

Musibah terhijab dari Allah swt tak bisa diganti atas kehilangannya selamanya, kecuali dengan menepiskan segala hal selain Allah swt, dari rahasia batin kita. Tak ada ancaman lebih serius di dalam Al-Qur’an dibanding ayat ini: “Sekali-kali  tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.”
– Betapa banyak orang yang taat tetapi terhijab dari Yang Ditaati (Allah swt.).
– Betapa banyak orang yang dapat nikmat tapi terhijab dari Sang Pemberi nikmat.
– Betapa banyak orang yang tidur, diberi rizki kesadaran bangun ketika ia sedang teridur.
– Betapa banyak orang yang sadar tertidur justru setelah ia bangun.
– Betapa banyak orang yang pendosa, justru diberi rizki kewalian dan meraih derajat Abrar.
– Betapa banyak orang zuhud yang gugur dari wilayahnya, dan menempuh jalan pendosa.

HIJAB :
“SIKSA JAUH” DARI ALLAH SWT.

Betapa banyak ahli amal yang terhijab gara-gara melihat amalnya, jauh dari memandang anugerah Allah swt, hingga matahatinya buta, lalu ia terlempar jauh, sementara ia menduga dirinya telah sampai (wushul) kepada Allah swt. Dan tidak ada yang lebih mengerikan dimata orang arif dibanding hijab itu sendiri, walau sekejab mata. Padahal siksa Allah swt, terbesar pada hamba adalah Hijab dan Terjauhkan dariNya.

Salah seorang hamba Allah swt, dikisahkan sedang bermunajat: “Oh, Tuhanku, sampaikan kapan aku maksiat kepadaMu, sedangkan Engkau tak pernah menyiksaku?” Kemudian Allah swt, menurunkan wahyu kepada sorang Nabi di kala itu, “Katakan kepadanya: “Sampai kapankah Aku menyiksamu, sedangkan kamu tidak mengerti? Bukankah engkau telah Aku tutup dari kelembutan-kelembutan kebahagiaanKu? Bukankah Aku telah mengeluarklan kemanisan munajat kepadaKu dari hatimu?!”

Abu Musa ra, pelayan Abu Yazid ra, mengatakan, “Suatu hari Syeikh abu Yazid memasuki suatu kota, kemudian massa banyak datang berjubal mengikutinya. Ketika abu yazid melihat mereka dan berjubalnya mereka, beliau mengatakan. “Ya Allah aku mohon perlindungan kepadaMu dari terhijab padaMu karena mereka. Dan aku mohon perlindungan kepadaMu dari hijabMu atas mereka, karena gara-gara aku.”
Semoga Allah merahmatinya, betapa banyak kesadaran itu, dan betapa benarnya Abu Yazid dengan Tuhannya, betapa besarnya kasih sayang Abu Yazid pada sahabat-sahabatnya kaum muslimin. Ia menginginkan kebajikan dan pandangan yang benar bagi mereka, sebagaimana pada dirinya.

Ingatlah! Hai orang yang bergaul dengan massa, dan massa yang fanatik kepada anda. Hati-hati! Betapa banyak ketukan-ketukan sandal di sekitar tokoh sirna dari kepalanya? Betapa banyak hilang agamanya? Ya Allah selamatkan, Ya Allah selamatkan!

Manusia terbagi menjadi empat golongan:
– Ada orang yang yang hatinya memandang tajam, dengan pandangan cahaya yaqin atas rahasia ciptaannya dan keparipurnaan KuasaNya.
– Ada orang yang yang akalnya tajam, memandang dengan cahaya kecerdasannya pada janji dan ancamanNya.
– Ada orang yang rahasia batinnya (sirr) tajam, memandang setiap saat dengan cahaya ma’rifat kepada Allah swt.
– Ada orang yang dijadikan oleh Allah swt, tertutup, tidak sama sekali bisa memandang, dan inilah yang disebut dalam ayat: “Dan siapa yang buta mata hatinya di dunia ini, maka di akhirat lebih buta dan lebih sesat jalannya.”

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.