Fadhilah, Waqi’ah dan Khadam

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Pak Kyai, Saya sekarang sedang dawam bacaan surat Al-Waqiah…pertanyaan pertama.. melihat dari hadist Rasulullah dengan fadhilah “….tidak akan faqir selamanya” terutama masalah rizki..

Harus dibaca juga..

Apakah dengan mewiridkan dengan harapan Allah memberikan fadhilah membaca Alquran tersebut terutama untuk diluaskan rizki dengan hitungan2 tertentu bagian dari ilmu hikmah ataukah buah dari ilmu tassawuf..

Bagaimana batasannya… terkait dengan masalah ilmu hikmah dan tassawuf apakah ini tidak akan menimbulkan efek samping, seperti ditakutkan adanya khodam jin, katanya semua bacaan ayat al-Qur’an mengandung khodam Malaikat..
Mohon penjelasannya.

Wasalamu’alaikum Wr. Wb
zein.permana@xxxxx.com

Jawab:
Banyak hadits Nabi Saw, yang berhubungan dengan fadhilah, tetapibagi para penempuh Jalan Sufi (thariqah), soal fadhilah sudah harus ditinggalkan, karena kalau anda mengingat-ingat fadhilah nanti anda kurang ikhlas, karena nawaitunya bukan hijrah kepada Allah dan RasulNya, namun pada fadhilahnya, ditambah rekayasa pikiran dibalik fadhilah yang mulai mengatur model fadhilah yang diinginkan sesuai dengan selera anda sendiri.

Nanti kalau apa yang anda amalkan tidak sesuai dengan proyeksi gambaran fadhilah yang anda pikirkan, anda malah protes kepada Allah Swt, atau protes kepada RasulNya. Nah, jadinya nafsu fadhilah yang muncul.

Jika ada anak kecil ingin agar supaya rajin belajar, orang tuanya memberi iming-iming hadiah agar rajin dan berprestasi. Sah-sah saja bukan? Tetapi ketika anak itu dewasa mengerti betapa luhurnya ilmu pengetahuan, ia justru berburu ilmu pengetahuan tanpa menunggu hadiah.
Jika anda beribadah dijanjikan syurga oleh Allah Ta’ala, tidak berarti ketika anda beribadah lantas mengingat syurga terus menerus. Itu pertanda anda tidak yakin pada janjiNya. Lalu kurang yakin pada Allah Swt.

Padahal tujuan janji Allah swt, dengan syurga itu, agar kita mengenal Sang Empunya syurga, memandang Allah Sang Pencipta syurga, bukan syurganya. Karena melihat Allah Swt, itulah puncak segala nikmat syurga.

Kalau anda mendawamkan surat Waqi’ah, kemudian yang terbayang adalah rizkiNya yang melimpah berarti anda kehilangan Sang Pemberi Rizki saat itu. Yang ada adalah bentuk dan wujud nikmat, yang seharusnya adalah Sang Pemberi nikmat.
Kalau anda mendawamkan surat Waqi’ah silakan, asalnya nawaitunya Lillahi Ta’ala, dan harus istiqomah, jangan niatnya takut miskin.

Soal ilmu hikmah dibalik ayat-ayat Al-Qur’an, adalah bentuk rahasia yang dibukakan oleh Allah Ta’ala kepada hambaNya yang dikehendakiNya. Setiap huruf memang ada khadam Malaikatnya, tetapi jika orang yang menggunakan untuk kepentingan nafsunya, justru akan diikuti oleh khadam Jin Islam yang bisa memperdaya jiwa anda sendiri.

Ilmu hikmah banyak lahir dari para Sufi yang diberi Mukasyafah. Tetapi biasanya bagi para penempuh Jalan Sufi (Thoriqoh) ilmu hikmah harus ditanggalkan, dikawatirkan menjadi hijab antara dirinya dengan Allah Swt, karena ketika menjalankan ilmu itu, yang tampak bukan Allah swt, tetapi hikmah dibalik ilmu tersebut. Nah, terhijablah orang tersebut.

Allah memberikan ruang yang sangat luas kepada hamba-hambanya yang menginginkan ditunaikan hajat dunia akhiratnya, yaitu dalam Do’a. Berdoalah dengan adab doa yang benar, sebagaimana sering kami ulas.
Atau terkadang jika Mursyid memberikan amaliyah tertentu kepada anda, silakan jalankan,  walau pun tampaknya seperti ilmu hikmah, namun sebenarnya sudah diklarifikasi oleh Mursyid agar muridnya tidak terhijab, sehingga nilainya bukan ilmu hikmah lagi, tetapi bagian dari Dzikrullah.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.