Dapur Sufi

Editorial Majalah Cahaya Sufi Edisi  55 2009

Harus dibaca juga..

Anda lupa ya? Dari mana asal anda, sekarang dengan siapa, saat ini di mana, lalu mau kemana? Kemana itu bersama siapa? Untuk apa dan siapa? Lalu bersandar dengan siapa?

Hari-hari berlalu. Ya biar berlalu. Kini menjalani garis TakdirNya, dan Esok? Tidak perlu takut. Jika sesekali nafas anda terasa sesak, kepala anda terasa penat dan pusing, jiwa anda mau muntah dengan kemuakan duniawi? Atau dada masuk angin oleh badai syahwat dan nafsu?

Coba anda memulai membuat menu¬menu di dapur jiwa anda, meracik obat sendiri jika bisa, kalau tidak bisa jangan coba-coba. Karena obat hati itu lebih pelik, lebih rahasia, dibanding obat tubuh kita yang bisa diukur oleh alat medis dan prakiraan dokter.

Sekadar contoh,jika ingin menguatkan stamina rohani: Menu dan ramuannya: Puasa, ditambah harapan terhadap rahmat dan  fadholNya, diaduk dengan istighfar,alu dimasukkan dalam gelas kerelaan dan kepasrahan. Di juz dengan alat yang digerakkan oleh dzikrullah. Minumlah dengan bibir rindu dan rasa cinta.
Jika anda jenuh dan muak, lalu anda dipenuhi kekecewaan  Bikinlah ramuan yang menunya terdiri dari biji-biji taubat, dicampur dengan garam kesadaran, lalu beberapa sendok air mata penyesalan. Lalu jemur dulu dengan matahari ma’rifatmu, dengan sinar hikmah dan pengetahuan, lalu dipanggang di atas semangat dan kesabaran. Insya Allah Joss. 
Bila hatimu mules, bikinlah ramuan dengan menu: Air Puasa untuk mencuci dan membersihkan kotoran nafsu, setelah itu dicampur garam keridloan, dan biji-biji yang tumbuh dari pohon ma’rifat dicampur dengan, bunga-bunga harapan pada rahmatNya.

Aduklah dengan kesabaran dan tafakur Minumlah dengan gelas keiikhlsan. Mau coba?

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.