Apakah Anda Sudah Wushul Pada Allah? (3)

Apakah Anda Sudah

Harus dibaca juga..

Wushul Pada Allah? (3 )

Apakah kita sedang membangun hubungan special dengan Allah swt? Pertanyaan ini tentu menohok kita. Allah swt menciptakan manusia sebagai makhgluk special, tetapi manusia tidak pernah membangun hubungan special dengan Allah Swt kecuali hanya minoritas jumlahnya.

Apakah anda termasuk kelompok yang minoritas tersebut? Namun sangat special di Mata Allah swt? Apa indikatornya?

HUBUNGAN SPESIAL DENGAN ALLAH.

Indikator hubungan special dengan Allah swt, ada tiga:

  1. Meninggalkan Ikhtiar.

Dimaksud meninggalkan Ikhtiar di sini adalah seluruh pilihan hidupnya adalah pilihan Allah swt, bukan pilihan seleranya, bukan disebabkan upayanya, dan ia pun beraktivitas semata karena diperintah dan diizinkan Allah swt. Ia telah fana’ pada kehendak dan kekuasaan Allah swt, Yang Maha Tahu dan Maha Berkehendak memilihkan terbaik bagi dirinya. Andai dia berbisnis, semata karena menjalankan kehambaan, bukan menentukan hasil dan rejekinya. Bahkan ketika ia berangkan bisnis misalnya, semata kera diperintah dan diizinkan Allah, menurut Allah bukan menurut dirinya.

  • Sirnanya mengatur.

Hamba Allah yang satu ini tidak ingin mengatur dirinya dan yang lain. Semuanya merasakan full diatur oleh Allah swt, sehingga hidupnya penuh syukur ridho tawakkal dan ikhlas serta sabar. Ia sama sekali jauh dari intervensi terhadap Kehendak dan Takdir Allah swt. Tetapi ia hanya berusaha mengatur apa yang dituntut oleh Allah swt, pada dirinya, berupa Perintah dna LaranganNya. Itu pun dengan catatan, tetap dalam posisi memandang bahwa Fadhal dan Rahmat Allahlah yang menciptakan kebajikan. Mengugugurkan segala hal yang kita merasa bisa mengatur adalah tindakan utamanya.

  • Sirnanya berkehendak.

Hakikat kehendak adalah fana’ dari merasa mampu berkehendak. Karena yang berhak berkehendak adalah Allah swt yang memiliki sifat Irodah (Maha  Berkehendak). Kehendak manusia selalu dicampuri dengan kepentingan ego dan nafsu, maka serasikan kehendak kita dengan KehendakNya, dengan cara fana’ dari kehendak kita dan Baqo’ pada KehendakNya. KehendakNya ada dibalik Perintah dan LaranganNya, dan kita aktivbasikan dengan hati penuh Ridho dan berserah. Jika Allah menghendaki kita untuk naik derajat kita, maka Allah menakdirkan kita taat. Sebaliknya jika Allah berkehendak untuk menyiksa kita, Allah menakdirkan kita maksiat. Ujian kita ada sikap memilih di wilayah bebas yang nanti kita pertanggungjawabkan di akhirat. Apakah anda lebih memiliih dikehendaki maksiat atau taat?

(Bersambung)

KHM Luqman Hakim

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.