Abdul Karim al Jili yang Misterius ( Bagian 1)

Harus dibaca juga..

Kitab berjudul al-Insan alKamil fi Ma’rifat al-Awakhir wa al-Awa’il Insan kamil karya Abdul Karim al Jili masih diperbincangkan hingga sekarang. Kitab inilah yang membahas konsep insal kamil dalam dunia tasawuf secara mendetail. Insan kamil atau manusia sempurna begitu banyak yang dibahas oleh para sufi. Namun mempunyaiperbedaan dengan konsep indan kamil yang digagas oleh Ibn ‘Arabi, al-Hallaj, Al-Suhrawardi, at-Tirmidzi. Lewat al Jili kosep insan kamil mempunyai kejelasan lebih komprehensif meskipun konsepnya hanyalah modifikasi dari konsep insan kamil yang digagas.

Ada sebuah hikayat menarik tentang kitab Insan Kamil karya Al Jilli ini. Disebutkan bahwa suatu saat seorang faqih bernama Ibnu Amir menderita sakit lebih dari setahun. Berbagai obat telah dicobanya, namun kunjung sembuh. Sampai akhirnya ada seorang ahli fiqih datang menjenguknya dan membawa kitab tersebut. Kitab tersebut kemudian dibakar untuk memasak roti tawar. Namun keanehan justru terjadi penyakit Ibnu Amir sembuh. Kitab tersebut juga dibuat untuk obat oleh Ibnu Amir.

Siapa sebenarnya Abdul karim al Jili sang empunya kitab Insan Kamil. Sejarawan memasukkannya sebagai ulama yang misterius. Riwayat kehidupannya tidak banyak ditulis.  Kapan lahir dan wafat para ahli sejarah berbeda pendapat. Menurut pengamat sufi Ignaz Goldziher, Al-Jilli lahir di sebuah desa dekat Bagdad yang bernama Al-Jil – yang kemudian dinisbatkan di belakang namanya. Tapi pengamat sufi lainnya, Nicholson, menganggap Al-Jilli bisa diartikan sebagai pertalian nasab, keturunan. Jil atau Jilan menunjukkan ia adalah keturunan orang Jilan, sebuah daerah di wilayah Baghdad. Secara garis nasab,al Jili tersambung dengan Syekh Abdul Qadir Jailani. Inilah yang menjadikan beberapa ulama dan pengamat sufi sepakat, Al-Jilli lahir pada bulan Muharram tahun 767 H di Baghdad, Irak.

Di antara guru yang cukup berpengaruh baginya adalah Syekh Syaraf al-Din Ismai’il ibn Ibrahim al-Jabarti (w. 806 H). Al Jili belajar agama mulai dari Persia, Yaman hingga India. Di Yaman bertemu dengan menemukan guru spiritualnya yaitu Syarafudin bin Ismail al-Jabarti. Disebutkan pula pada tahun 799 H al-Jili sampai di Kota Mekah. Di kota ini ia bertemu dengan para tokoh tasawuf di Masjid al-Haram.

Di tempat ini juga al-Jili melakukan penempaan diri (al-Mujahadah) dengan sangat disiplin. Iatidak tinggal pada satu tempat tetapi berpindah-pindah. Jika ia diketahui keberdaannya, al Jilli langsung berpindah. Di persembunyiannya itu ia mendalami bahasa, Qur’an dan agama-agama kuno yang kemudian ia tuangkan dalam sebuah buku kritik. Para pakar menyebut Abdul Karim al-Jilli sebagai interpreter, penafsir terbaik pemikiran Syeikh Muhyidin Ibn Arabi. Hal ini dipengaruhi oleh gurunya Syarafudin bin Ismail al-Jabarti salah seorang penganut tasawuf falsafinya Ibnu Arabi. Karya-karya Al Jili juga memancing perdebatan hingga kini. Bahkan pernah dibakar oleh kalangan fuqoha yang literlaris.

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Stories

ADVERTISEMENT

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.